Penerbitan Buku “Komala” Menjadi Bagian Pembelajaran Literasi
Enam murid SDN Pangarangan III, Kec Kota, Sumenep, Jawa Timur luncurkan buku Antologi Cerita Rakyat Sumenep “Komala”, Selasa, 3 April...
https://www.rumahliterasi.org/2018/04/penerbitan-buku-komala-menjadi-bagian.html
Enam murid SDN Pangarangan III, Kec Kota, Sumenep, Jawa Timur luncurkan buku Antologi Cerita Rakyat Sumenep “Komala”, Selasa, 3 April 2018, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep.
Keenam penulis cilik, yakni Agatha Neysa Anindiar, dengan cerita berjudul “Lie Soen” dan “Sombher Bhantong”, Zohratus Syifa dalam tulisannya bercerita tentang “Asal Usul Pulau Gili Raja”, sedang Nayla Tsabita Fittaqiy Dotullo mengurai cerita “Asal Usul Pulau Sapeken”.
Raihan Maulana Franssisco menulis “Kesaktian Jokotole”, Fathir Rahman Alfarizzi berkisah tentang “Kiai Brambang” dan Zumaira Royan bercerita sekitar “Gua Enoman”.
Selain keenam penulis cilik tersebut guru pengasuhnya Andilala menyumbang cerita berjudul “To Cenneng”, “Asal Mula Sombher Kacceng”, “Kaleter dan Duabelas Bidadarai” dan “Tragedi Braji”, sedang Enda Muharromah hanya menyumbang satu cerita yakni “Othok-othok Pethe”.
Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep dalam pengantarnya mengharap bahwa buku cerita rakyat ini bisa menjadi bagian dalam pembelajaran literasi di sekolah. “Sehingga generasi kita tak dicemari oleh budaya copas, diintai oleh hoax dan terlena oleh dunia maya. (rulis)
Pilihan





