Bunga Teratai di Atas Abu Ganter
Cerpen: Aditiya Widodo Putra Asap dupa di Candi Gurah tak lagi membumbung lurus ke angkasa. Ia bergulung gelisah, tersapu angin malam ya...
Cerpen: Aditiya Widodo Putra Asap dupa di Candi Gurah tak lagi membumbung lurus ke angkasa. Ia bergulung gelisah, tersapu angin malam ya...
Cerpen Aditiya Widodo Putra Ubin-ubin marmer porfiri berwarna ungu tua di aula ini tidak berani berbohong tentang beban yang ditopangnya...
Cerpen: Ilyam YP Di pinggiran Kota Sumenep, Madura, berdiri sebuah bukit kapur tua yang telah lama ditinggalkan. Warga percaya tempat it...
Misteri Rumah Kosong yang Menyimpan Rahasia di Balik Mimpi Cerpen: Kang Thohir Rumah adalah impian bagi semua orang, karena tempat u...
Cerpen: Ahmad Rasyid el-Haromain Dua hari lagi aku akan meninggalkan Madinah. Kota yang selalu membuat hati ingin pulang, sekaligus enggan ...
Cerpen: Hadi Mulya Pak Harun, usianya kini menginjak 58 tahun. Selama lebih dari 32 tahun, ia mengabdi sebagai guru Bahasa Indonesia di ...
Perjalanan seorang mahasiswi menuju final Musabaqah Khitabah Bahasa Arab tingkat Provinsi Jawa Barat. Kisah tentang ketekunan, keyakinan, da...
Cerpen: Ufil Kaila Desa merupakan tempat ternyaman bagi seorang pencari ketenangan. Desa adalah sahabat yang mampu meredakan hiruk-piku...