Membaca Puisi: Ketika Bahasa Menjadi Ruang Pulang

Tulisan ini mengajak pembaca menyelami makna membaca puisi bukan sekadar sebagai aktivitas linguistik, melainkan sebagai pengalaman psikolog...

Ketua Bukan Raja: Catatan tentang Kepemimpinan yang Kehilangan Makna

Tidak sedikit organisasi runtuh bukan karena kekurangan sumber daya atau gagasan, melainkan karena kesalahan paling mendasar dalam memaknai ...

Sastra Digital: Estetika Kata di Tengah Arus Teknologi Informasi

Esai ini membahas secara komprehensif hakikat sastra digital, dinamika gerakannya, serta dampak baik dan buruknya bagi kreator sastra, karya...

Ketika Negara Menjauh dari Rakyat: Mengapa Aktivis Bicara Kritis

Fenomena pemerintah yang dinilai kurang memihak pada rakyat kerap menjadi pemantik munculnya suara-suara kritis dari kalangan aktivis. Hal i...

Bukan Soal Surga atau Jannah, Tapi Soal Bahasa dan Makna

Ilustrasi Halimi Zuhdy Kemarin ada yang bertanya, ngapain kita menuju “surga”, bukankah di surga adalah tempat dewa-dewa? Ehem. Saya sedikit...

Kesenian Daerah sebagai Anak Tiri Pembangunan

Tarian Tradisional Indonesia Tampil di Swedia (foto: SindoNews) Sebuah refleksi kritis tentang posisi kesenian daerah dalam kebijakan pemeri...

Ekonomi yang Membunuh Pelan-Pelan

Kita diajari sejak sekolah untuk melihat ekonomi sebagai ilmu yang steril: grafik naik-turun, inflasi sekian persen, pertumbuhan sekian koma...

Ketika Jari Lebih Sibuk dari Hati

Esai ini mengajak orang tua merenungkan kembali kebiasaan bermedia sosial dalam perspektif Islam. Ditulis dengan bahasa sederhana dan narasi...

Antara Pujian yang Meninabobokan dan Kritik yang Membebaskan

  Bahaya pujian yang berlebihan dan kekuatan kritik yang jujur dalam membentuk kedewasaan, ketangguhan, dan pertumbuhan manusia. Manusia ser...

Berlayar dari Tepian: Keberanian Manusia Menemukan Makna Hidup

Manusia pada dasarnya mencintai rasa aman. Sejak awal peradaban, kita membangun rumah, komunitas, dan aturan sosial dengan tujuan utama meli...

Menguatkan Kaki, Bukan Meratakan Jalan

Refleksi tentang makna keteguhan hidup: mengapa rintangan bukan untuk dihindari, melainkan ruang belajar agar manusia tumbuh kuat, bijak, da...

Pendidikan yang Memanusiakan: Bekerja, Bermakna, dan Menjaga Kehidupan

  Pendidikan bukan hanya soal bekerja dan mencari penghasilan. Artikel ini mengulas tiga tujuan utama pendidikan: membekali kerja, memaknai ...

Antara Ketidaktahuan dan Kesombongan: Ujian Kesabaran Manusia

Kesabaran sering kali diuji ketika kita berhadapan dengan ketidaktahuan. Kebodohan yang lahir dari ketidaktahuan masih bisa dimaklumi, karen...

Tèngka di Antara Tali Silaturahmi dan Beban Sosial: Madura dalam Simpul Kemiskinan dan Martabat

Salah satu bentuk kegiatan "Tengka" bagi masyarakat Madura Tulisan kali ini mengulas tèngka sebagai sistem nilai dan praktik sosia...

Mengurusi Hidup Orang Lain: Pekerjaan Sosial Tanpa Surat Tugas

Dari teras rumah hingga grup WhatsApp, ngrumpi telah menjelma menjadi aktivitas sosial yang nyaris tak tergantikan. Dengan nada humor dan se...

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

index
close