Literasi di Ruang Terbuka, Menumbuhkan Cinta Nusantara Sejak Dini

Murid SDN Larangan Kerta sedang bediskusi tentang cerita Nusantara (foto: Khoiriyah73)

Sumenep, Rulis:
Sinar mentari pagi yang hangat menyelimuti halaman SDN Larangan Kerta, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hari itu tak tampak barisan upacara seperti biasanya. Sebaliknya, puluhan siswa duduk membentuk lingkaran-lingkaran kecil di atas lantai semen yang bersih. Di tangan mereka tergenggam buku cerita. Pagi itu, sekolah menggelar kegiatan Pembiasaan Literasi bertajuk “Mengenal Cerita Nusantara Lewat Diskusi”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah menanamkan budaya literasi sejak dini. Mengusung topik pengenalan cerita Nusantara, para siswa diajak membaca, memaparkan, sekaligus mendiskusikan kisah-kisah rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Tak sekadar membaca teks, siswa dilatih memahami isi cerita, menggali pesan moral, dan menyampaikannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.

Berbeda dari pembiasaan literasi yang biasanya berlangsung di dalam kelas, kali ini pihak sekolah sengaja memilih ruang terbuka. Suasana luar ruangan diharapkan memberi penyegaran sekaligus merangsang kreativitas siswa dalam berpikir. Hasilnya pun terasa. Anak-anak tampak antusias berdiskusi, saling bertukar pendapat tentang kisah yang mereka baca, mulai dari keberanian Timun Mas hingga ketekunan Anak Lumang.

Kepala SDN Larangan Kerta, Agus Mulyadi, menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca huruf. “Kami ingin siswa-siswi tidak hanya bisa mengeja kata, tetapi juga menangkap makna. Cerita Nusantara adalah media terbaik karena selain mengandung nilai moral yang kuat, anak-anak juga belajar mencintai keberagaman Indonesia,” ujarnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan sesi presentasi. Perwakilan dari setiap kelompok maju ke depan lingkaran untuk menceritakan kembali hasil diskusi mereka. Dengan gaya bahasa sederhana dan ekspresif, para siswa menyampaikan inti cerita serta pesan yang mereka tangkap. Tepuk tangan pun mengiringi setiap penampilan, menambah semangat dan rasa percaya diri mereka.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, SDN Larangan Kerta membuktikan bahwa literasi dapat tumbuh dengan cara yang menyenangkan—mendekatkan anak-anak pada cerita, nilai, dan identitas bangsanya sendiri.

Penulis: Khoiriyah73
Editor : Audi Rulis


Pilihan

Tulisan terkait

Utama 83375861857120168

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

item
close