Puisi-Puisi Nayla Sikrifta, SMAN 1 Omben, Sampang.
Naila Sikrifta, lahir di Sampang 26 juni 2009, duduk di bangku kelas XI SMAN negeri 1 Omben Sampang. Senang menulis puisi dan menjabat sebagai ketua OSIS SMAN 1 Omben Sampang. Ia tinggal di desa Karanggayam – Omben – Sampang.
Di Ruang Kosong
Jiwamu kembali
Jiwaku belum mati ternyata
Apa yang kau harap dari dinding selain sebuah ilusi
Suatu yang telah retak
Dan kau membuatnya abadi
[17.54, 5/2/2026]
Karanggayam
di lereng bukit, Karanggayam sembunyi
udara sejuk jauh dari hiruk pikuk
hijau sejukkan mata
sawah, padi menari ditiup angin
sungai, air, batu-batu berlagu
pohon-pohon julang memberi teduh bagi para pencari
wangi bunga menyambut pagi
senyum tulus, anak-anak berlari riang jelajahi kebun
malam diselimuti sunyi
jangkrik dan kunang-kunang berterbangan
di sana bintang bertabur menjaga lelap Karanggayam.
2026
Keluarga
Suatu pagi,
aku bertanya pada pijar matahari:
"Apakah kita sedang membangun rumah?”
Setiap harinya, udara hanya penuh sesak oleh teriakan,
di mana kasih sayang diukur dengan timbangan,
dan anak yang satu menjadi bayang-bayang bagi yang lainnya.
Masihkah ini layak disebut keluarga?
mereka justru memadamkan api dengan makian.
Satu anak dihujani pujian setinggi langit,
sementara yang lain dibiarkan memungut serpihan diri di bumi.
Tidakkah mereka sadar sedang menabur benih badai?
Bahwa di balik diam sang anak,
ada perhitungan mental yang luluh lantak.
Jika cinta telah berubah menjadi medan tempur,
masihkah kata "keluarga" punya makna yang luhur?
12/2/2026
Ibu
(1)
Ibu sosok yang tidak pernah mengharap musim berganti,
hanya ingin melihatku tumbuh,
baginya itu matahari
di jemari yang mulai bergaris
dirajutnya doa, muara dari segala tangis
Satu-satunya tempat di mana
Aku tak perlu berpura-pura
(2)
jika aku puisi
ia tintanya
jika aku lagu
ia nadanya
[17.48, 5/2/2026]
Pilihan





