Sajak-Sajak Renungan M. Ardiansyah Saputra, Bragung


M. Ardiansyah Saputra
penulis asal Bragung, Kecamatan Guluk-guluk Sumenep, kini sedang duduk di bangku kls 2 MA Tahfidh Annuqayah, juga aktif di komunitas Laskar Pena Pondok Pesantren Annuqayah (PPA) Lubtara, Guluk-guluk Sumenep. Karya-karyanya telah nangkring di media cetak dan online.

 

Selamat Pagi Dunia

Selamat pagi bunda, selamat pagi ayah
Aku pamit pergi memetik barokah
Di amperan kiyai penuh berkah
Dan, kuharapkan doa-doamu hadir disetiap langkah

Meski aku tau
Sebelum meminta
Doa mu ada disetiap halaman buku
Mengikutiku berlayar mengitari semesta.

Ayah,
Bunda,
Kan kudapatkan kelak sebutir mutiara
Yang kau ceritakan sejak aku masih menginjak balita
Juga yang kau sanjung-sanjungkan di akhir senja

Bersabarlah, bersabarlah
Aku pamit pergi bertamasya
Menyetubuhi ilmu di ujung sana
Sampai kutemukan rahasianya
Kopi sempurna karna pahitnya.

Bismillah
Billah
Fillah
minallah

Tanah Utara.25

 


Tanahku, Tanah Utara

Kulihat sana,
Kulihat sini.
Kubaca mereka,
Kukoreksi diri.
Tetapi mengapa, tetap saja mereka yang dapati jiwa kemenangan.

Kuprotesi,
Kukritiki.
Tetapi, tak ada yang menghakimi.

Entahlah,
Kini raga ini tak punya asa
Berdiri dibawah kepemimpinan konsultan
Yang tak lagi kutemukan alir keadilan
Ditubuhnya penuh kenafsuan.

Tidakkah kau tau?,
Kau hanyalah sebatas pion yang berada dibawah kuasa sang raja
Tak ada kata yang perlu mereka eja
Dari mulutmu yang tak punya kuasa,
Dan berbaur anak desa.

Ohh tuhan,
Kupinta keadilan
Kupinta kebahagiaan
Dimasa yang akan datang

Lubtara.16/12/25

 


Selembar Kertas Ujian

Kala itu,
Orang asing berdiri dipandangan mataku
Menebar selembar halaman
Yang tercatat sebuah kehormatan

Fikiranku kini telah dibuat pusing
Tak ada satupun kata yang dimengerti
Sampai-sampai jariku lunglai, menghapus segala ingatan
Bahkan pena mulai melinting, dari garis ketentuan.

Tak satupun yang kuharapkan
Selain tuhan mengalunkan pena,
Merangkai kembali
Sajak takdirnya

Yaa tuhan...
Diriku dibuat hilang ingatan
Lantaran selembar kertas ujian

Lubtara.17/12/25

 


Dukamu Adalah Dukaku

Setiap yaasin dilantunkan
Perlahan tangis membanjiri kedukaan
Lantaran lakon yang ditayangkan
Disetiap halaman koran, tetap saja perihal kebanjiran
:banjir Sumatra, Aceh

Diriku terus alunkan bacaan
Tetapi yang kutiti tetaplah jalan setapak
Dimana gubuk-gubuk ambruk
Menyamai batu halaman.

Tak tahan kusaksikan
Bayi yang memilih pergi ke jalan tuhannya
Tertawa bersama, dibalik kedukaannya.

Dan kusampaikan pesan ibumu kepadamu
“Nantilah ibu di kerajaanmu
dan panggillah ibu, jika ibu mau dipenjarakan.”

Setiap hari dan malam
Kucoba buka seluruh halaman
Tapi, tetapsaja tak kutemukan kebahagiaan

Tangis rakyat kini meraja lela
Menyampaikan pesan tentang kedukaannya,
Dan aku hanya bisa melayangkan doa
Setiap angin terbang ke utara.

Tanah Utara.20/12/25

 


Bidadari Bermata Sendu

Malam itu,
Aku duduk termangu
Lantaran wajahmu kembali menyelinap
Meninggalkan jejak luka
Di tengah keinndahan panorama

Maka dari itu
Sebait lagu kualunkan dengan syahdu
Ketika bayangan itu
Terus menari di kelopak matamu
“aku rindu orang itu”

Wahai bidadari bernata sendu
Ketahuilah,
Pada senyum anggun kedua bibirmu
Ku tampung segala resah rindu
Yang selama ini berlayar dalam aliran darahku

Lubtara.25

 


Sepertiga Malam

Dalam gelap, aku bertapa
Merajut mimpi dengan beribu kata
Yang kau suguhkan
Di tengah keindahan panorama

Tapi apa?

Yang kudapatkan hanyalah rasa
Rasa yang membuncah di ujung jiwa
Menyayat hati
Membakar imaji
Juga, merobek rangkaian diksi

Hahaha...
Aku mati kata

Lubtara.25 

 

Pilihan

Tulisan terkait

Utama 344190549352737142

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

item
close