Puisi-puisi Rindu M.Lailul Mubarok


M.Lailul Mubarok
, merupakan santri PPA. Lubtara dan murid kelas XIc MA Tahfidh Annuqayah, beberapa puisinya nangkring di pelbagai media cetak maupun online salah satu puisinya di antologikan dalam (Bisik Sendu)


Meratapi Serpihan Rindu
:Teruntuk si ndut

Tubuhku mengapung dalam keraguan rindu
Mengeja aksara kata
Yang ku sembahkan dalam tawa.

Air mata menyapa doa dalam kesimpulan sujud
Pada mulut yang terkunci mengucap namamu.

Aku termenung dalam keheningan malam
Menatap serpihan rindu
Yang mulai runtuh satu demi satu.

Dan kini tubuh menyelam di antara serpihan rindu
Meratapi segala apa yang terjadi
Serta hapus pedih biarkan serentak dengan sepi.

Aksara Rumi,2026



Perih Yang Tak Kunjung Pergi

Kini
Tubuh berkelahi di tengah keheningan tawa
Memaksa diri agar tidak terjerumus dalam dosa.

Harapan adalah sahabatku saat ini
Dan sakit adalah tamu dalam kesempitan sunyi
Namun, aku tak ingin menahan keduanya
Karena ada kenyamanan yang tak sempat menyapa.

Nyaman telah hilang Bersama angan
Dan sakit selalu mengikuti alunan duka
Hingga gembira tak sempat bersuara
Di akhir perpisahan lama akan datang.

Aksara Rumi,2026



Sakit Yang Hidup Di Antara Hening

Aku tumbuh dalam kesempitan sunyi
Mematikan nyaman di antara keadaan mereka
Dan membiarkan sakit tanpa sepenuhnya mati
Hingga tubuhku kekar di tengah kegelisahan orang.

Ku teduhkan tubuh di sekitar nyamanmu
Padamu yang berombang-ambing menggali bisu.

Biarkan aku meluap di antara hening
Agar mulut merasakan sebuah kata abadi
Meski pada kesimpulannya tubuhku di renggangan sepi.

Aksara Rumi,2026



Pedih di Antara Sedih
:Naylot

Namamu terlentang di tengah kegelisahan orang
Pada kata yang tak sempat terucap
Dan sapaan gembira yang hanya sesaat
Membuatku pedih di antara sedih.

Aku tak ingin melihatmu
Dengan kata yang mengapung di depan mata
Serta hati yang berteduh dalam ingin
Semoga engkau tak sampai padanya.

Pesanku
Jagalah tubuhmu dari genggaman nafsu
Dan hindari nyawa yang membuatmu bisu
Tetaplah diam di antara hening
Serta biarkan tubuhku yang merasakan segala apa yang terjadi.

Aksara Rumi,2026



Pesan Untuk Pemimpin!

Mari kita rangkai ingin di antara sedih
Membenamkan senang
Yang hilang akan paksa.

Ayo kita bangkit
Ayo kita lawan nestapa dalam uraian nyata
Agar kita mengapung di atas ketinggian pangkat.

Jika datangmu hanya melepaskan dendam
Dan pergimu akan mengembirakan
Pergilah!
Biarkan kami sesat dalam peraturan
Tetapi tidak dengan masa depan.

Kau lontarkan seribu peraturan
Hingga kami derita
Di tengah ingin akan paksa.

Aksara Rumi,2026



Dalam Pelukan Angan

Ku harap dekapan ini melambung di depanmu
Meski aku harus bersandiwara menelan rindu
Agar sunyi tak senantiasa menasihati senyummu.

Hirup adalah caraku bercerita
Dan tidur adalah caraku mengingatmu.

Alis yang menutup mataku dengan pelan-pelan
Telah memanggul rindu
Dalam gelombang doa itu.

Aksara Rumi,2025

Tulisan terkait

Utama 6250651804546038588

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item