Semalam Penuh Warna di SDN Padangdangan I, Saat Panggung Seni Menjadi Ruang Tumbuh Anak-anak

Salah satu kesenian yang ditampilkan

Sumenep, Rulis:
Malam di halaman SDN Padangdangan I, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Rabu (1/7/2026), terasa berbeda. Gemerlap lampu panggung berpadu dengan tepuk tangan ratusan penonton yang memenuhi area sekolah. Di atas panggung, anak-anak tampil tanpa ragu, mempersembahkan kemampuan terbaik mereka dalam Gebyar dan Pisah Kenang Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026.

Bukan sekadar pentas seni tahunan, kegiatan ini menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana proses pendidikan mampu melahirkan anak-anak yang percaya diri, kreatif, dan berani tampil di hadapan publik.

Sejak pra-acara dimulai, suasana langsung hidup. Penampilan pembuka Tari Topeng Klono yang dibawakan Fikri, siswa kelas III, sukses memikat perhatian penonton. Dengan gerak yang luwes, ekspresi yang kuat, dan penghayatan karakter yang matang, Fikri tampil bak penari profesional. Tepuk tangan panjang dari para hadirin mengiringi akhir pertunjukannya, menjadikan penampilan tersebut sebagai salah satu sajian paling berkesan sepanjang malam.

Panggung kemudian berganti warna. Rosi bersama teman-teman kelas IV menghibur penonton melalui penampilan karaoke yang disambut riuh tepuk tangan. Disusul fashion show siswa kelas I yang dipimpin Raisa, anak-anak tampil penuh percaya diri mengenakan busana terbaik mereka. Tingkah polos yang mengundang senyum justru menjadi daya tarik tersendiri.

Nuansa budaya Nusantara terus mengalir melalui penampilan Tari Topeng Branyak oleh Afit dari kelas II, Tari Mojang Priangan kelas V, Tari Ingatlah Allah dari kelas I, Tari Sajojo kelas IV, hingga Tari Mappopo Syalala yang menutup sesi pra-acara dengan penuh semangat dan energi.

Memasuki acara inti, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Pembacaan Ummul Quran yang dipandu Kepala Madrasah Diniyah Darun Najah, K. Muzaki, mengawali rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu Nurrahmaniah, S.Pd.

Ketua panitia, Moh. Tohir, serta Kepala SDN Padangdangan I, Matrasit, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, menjaga akhlak, serta membawa nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

Momen paling emosional hadir ketika prosesi pelepasan siswa kelas VI dimulai. Satu per satu siswa memasuki arena melalui kirab sederhana yang sarat makna. Pengalungan medali oleh wali kelas VI menjadi simbol berakhirnya perjalanan mereka di bangku sekolah dasar.

Suasana semakin mengharukan saat puisi perpisahan dibacakan, lagu kenangan dikumandangkan, serta pesan dan kesan disampaikan oleh para siswa. Ketika tiba saatnya mereka bersalaman dengan guru-guru yang selama enam tahun mendampingi perjalanan belajar, banyak orang tua tak mampu menyembunyikan air mata. Beberapa guru pun tampak larut dalam haru, menyaksikan anak-anak didiknya melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Namun malam itu belum selesai.

Panggung kembali bergemuruh dengan berbagai penampilan seni yang tak kalah memikat. Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah penampilan Tari Gandrung Banyuwangi Jejer Jaran Dawuk yang dibawakan Dela, alumni SDN Padangdangan I Tahun Pelajaran 2024/2025 yang kini menempuh pendidikan di SMPN 1 Pasongsongan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa semangat berkarya tetap tumbuh meski telah meninggalkan bangku sekolah dasar.

Beragam pertunjukan lain turut memeriahkan acara, mulai dari karaoke lagu Syukron oleh siswa kelas V, Tari India, Tari Ole Olang, pembacaan puisi, dongeng fabel Burung Gagak dan Si Tupai, Tari Medley Lagu Daerah, Tari Medley Nusantara, Tari DJ Body Pata-Pata, Tari Tanjung Gemirang, hingga penampilan lawak Jefri dan kawan-kawan yang sukses memancing gelak tawa seluruh penonton.

Di antara deretan penampilan tersebut, Bilqis, siswi kelas I, menjadi salah satu bintang malam itu. Meski masih duduk di bangku kelas awal, ia mampu membawakan dongeng dengan ekspresi yang hidup, intonasi yang jelas, dan penghayatan karakter yang mengesankan. Penampilannya menuai apresiasi meriah dari hadirin dan menjadi bukti bahwa keberanian tampil dapat dipupuk sejak usia dini.

Kesuksesan Gebyar dan Pisah Kenang tahun ini bukan semata diukur dari megahnya panggung atau ramainya penonton. Lebih dari itu, setiap tarian, lagu, puisi, dongeng, dan tawa yang mengisi malam tersebut menjadi cerminan keberhasilan proses pendidikan yang berlangsung di SDN Padangdangan I.

Para guru tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menumbuhkan keberanian, membangun karakter, mengembangkan kreativitas, serta memberi ruang bagi setiap anak untuk menemukan dan menampilkan potensi terbaiknya.

Malam itu akhirnya ditutup dengan senyum, tepuk tangan, dan haru yang berbaur menjadi satu. Bagi siswa kelas VI, Gebyar dan Pisah Kenang menjadi penutup indah perjalanan mereka di sekolah dasar. Sementara bagi adik-adik kelasnya, panggung tersebut menjadi inspirasi untuk terus belajar, berkarya, dan berani bermimpi.

Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang nilai yang tertulis di atas kertas, melainkan juga tentang keberanian seorang anak melangkah ke atas panggung, menunjukkan kemampuannya, lalu pulang membawa kepercayaan diri untuk menghadapi masa depan.

(Penulis: Ahmad Rasyid el-Haromain/editor: Ilham YP)

Tulisan terkait

Utama 3289595109899137920

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item