Acara ini menghadirkan para tokoh masyarakat yang dinilai sebagai pelopor kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Mengusung konsep “Ajang Pelopor 9 Kebaikan”, kegiatan tersebut juga melibatkan anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap mereka.
Sembilan pelopor kebaikan yang mendapatkan apresiasi berasal dari berbagai profesi yang dekat dengan kehidupan masyarakat, di antaranya sopir ambulans, guru madrasah, guru ngaji, guru taman kanak-kanak, petugas pengangkut sampah, pengepul botol bekas, pengemudi ojek online, serta pelaku seni dan budaya.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat, meski kerap luput dari perhatian.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka adalah sosok-sosok yang berjasa, meski sering kali berada di ruang-ruang sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada tokoh yang dikenal karena keberhasilan di bidang ekonomi atau bisnis, tetapi kepada mereka yang berjuang dalam lingkup kehidupan keluarga dan masyarakat dengan penuh dedikasi.
“Penghargaan ini tidak hanya melihat dari sisi seseorang berhasil sebagai pengusaha. Lebih dari itu, kami ingin menyoroti berbagai bentuk perjuangan dan pengabdian yang lahir dari kehidupan sederhana di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam ajang tersebut, terdapat lima kategori penghargaan yang diberikan, yaitu bidang keagamaan, pendidikan, seni, sosial, dan budaya.
Naghfir berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelopor kebaikan untuk terus menularkan semangat positif kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda, khususnya anak-anak yatim.
“Semoga kegiatan perdana ini menjadi motivasi bagi para pelopor untuk terus menebarkan kebaikan, sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak kita, khususnya anak-anak yatim yang harus kita perhatikan bersama,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian pesan-pesan moral oleh Ustadz Yantoso Rema, pengelola Madrasah Tahfidh Al-Qur’an Maqomam Mahmuda Batuan, Sumenep.
Sebagai bentuk penghargaan, para pelopor kebaikan yang hadir menerima apresiasi dari panitia, sementara anak-anak yatim piatu juga mendapatkan santunan dalam acara tersebut.