Sajak-Sajak Malam Laitul Qadar
Karya M. Haddad Anwar
*****
Malam yang Menghapus Jarak
Di malam yang lebih sunyi dari segala sunyi,
aku mengetuk pintu-Mu dengan hati yang retak.
Tidak dengan kata-kata,
tetapi dengan diam yang panjang.
Lailatul Qadr adalah rahasia yang berdenyut dalam gelap,
ketika langit menunduk dan bumi menadah.
Di sana jarak antara hamba dan Tuhannya luruh,
seperti kabut yang lenyap oleh cahaya fajar.
Malam itu bukan sekadar waktu—
ia adalah jalan pulang bagi jiwa yang tersesat.
Cahaya yang Turun ke Dalam Hati
Aku mencari-Mu di langit yang jauh,
padahal Engkau bersemayam di kedalaman hati.
Pada Lailatul Qadr,
cahaya-Mu turun bukan ke mata
tetapi ke dada yang lapang oleh rindu.
Malaikat membawa salam yang tak terdengar,
namun jiwa yang jernih dapat merasakannya.
Di malam itu aku mengerti:
bahwa perjalanan menuju-Mu
sebenarnya adalah perjalanan pulang ke diri sendiri.
Rahasia di Balik Seribu Bulan
Seribu bulan hanyalah bahasa bagi manusia,
agar mereka mengerti luasnya rahmat.
Namun bagi para pencinta-Mu,
satu detik bersama-Mu lebih panjang dari usia dunia.
Lailatul Qadr adalah samudra tanpa tepi,
tempat hamba tenggelam dalam dzikir yang tak bersuara.
Di sana aku kehilangan diriku sendiri,
dan justru menemukan-Mu.
Sunyi Para Pencari
Para pencari berjalan tanpa suara di malam itu,
membawa rindu yang tak pernah selesai.
Mereka sujud seperti daun yang jatuh,
ringan, pasrah, tanpa tuntutan.
Lailatul Qadr bukan sekadar malam ibadah,
tetapi perjumpaan rahasia antara cinta dan Yang Dicintai.
Di sana manusia belajar satu hal:
bahwa cinta kepada Tuhan
lebih luas dari seluruh langit.
Ketika Jiwa Menjadi Hening
Lailatul Qadr datang seperti tamu agung
yang hanya singgah pada rumah yang bersih.
Bersih dari kesombongan,
bersih dari keinginan untuk dipuji.
Di malam itu jiwa menjadi hening,
seperti danau yang tak tersentuh angin.
Dan pada kejernihan itu
cahaya Ilahi memantul tanpa batas.
Jalan Para Pecinta
Ada jalan yang tidak terlihat oleh mata—
jalan para pecinta menuju Tuhan.
Mereka berjalan dengan air mata,
dan menyalakan lampu rindu di dalam dada.
Lailatul Qadr adalah persinggahan rahasia
bagi mereka yang tak pernah berhenti mencari.
Di sana waktu berhenti,
dan yang tersisa hanyalah
cinta yang abadi.
Malam Fana
Pada Lailatul Qadr,
aku ingin lenyap dari diriku sendiri.
Segala nama, segala keinginan,
segala bayang-bayang dunia kulepaskan.
Agar yang tersisa hanya Engkau—
cahaya yang memenuhi ruang jiwa.
Jika fana adalah jalan menuju-Mu,
biarlah aku hilang
dalam rahmat-Mu yang tak terhingga.
Fajar Para Arif
Ketika fajar Lailatul Qadr perlahan tiba,
para arif tersenyum dalam sunyi.
Mereka tahu malam itu bukan sekadar lewat,
tetapi meninggalkan jejak cahaya di hati.
Karena siapa yang benar-benar bertemu Tuhan
di malam yang agung itu,
tak akan kembali sama seperti sebelumnya.
Ia pulang membawa satu rahasia:
bahwa Tuhan selalu dekat—
lebih dekat dari seluruh kerinduan manusia.
Pilihan





