Puisi-Puisi Putrie Ayyara


Tanpa Senyum Ibu


Di sudut waktu yang bisu
Kulihat bayangan masa kecilku
Hangat tanganmu melingkupiku
Tapi kini hanya bayangan itu yang tersisa

Tawa yang dulu mengisi pagi
Hilang ditelan gelap malam
Senyummu, Ibu
Seperti mentari yang tak lagi terbit

Rumah ini tetap berdiri kokoh
Namun kosong tanpa hangat suaramu
Aku rindu setiap bisikan doa
Yang kau titipkan sebelum malam

Kini aku berjalan di lorong waktu
Mencari sisa wangi pelukanmu
Tapi hanya kenangan yang berbicara
Mengisahkan cinta yang tak pernah pudar




Menyukaimu Adalah Mimpiku

Menyukaimu
Adalah mimpiku yang tak pernah usai
Seperti hujan yang diam-diam
Menyentuh bumi tanpa minta balas

Aku memandangmu dari kejauhan
Seperti binatang menatap rembulan
Dengan rindu yang tak pernah disampaikan
Dengan rindu yang tak ingin dimatikan

Kamu adalah pagi yang kutunggu
Walau aku tahu
Matahari tak pernah datang
Hanya karena bulan memintanya

Aku menyukaimu
Dengan cara yang pelan
Diam-diam kusematkan namamu
Dalam setiap doa dan diamku



Segalanya Adalah Kamu

Tanpa sadar
Di setiap bait yang kutulis, kau bernafas
Dari lembar pertama yang kupeluk
Dengan tangan gemetar
Hingga titik terakhir yang kupaksakan
Lahir dari hujan di mataku
Semua perihal kamu

Kau tinggal di baris pertama
Pada kata kedua, di koma yang kupilih ragu
Kau singgah di jeda, bersembunyi di balik spasi
Menjadi asalan setiap kalimatku berdiri tegak
Meski aku runtuh di antaranya

Jika kelak bait ini usang
Dan kertasnya sobek oleh waktu
Percayalah, aku masih akan menulismu
Di detak nadiku
Di senja yang pulang tanpa pamit
Di sunyi yang menua bersama rindu
Karena segalanya adalah kamu
Titik, koma, dan aku… selalu kamu



Aku yang Mencintaimu

Tak semua cinta perlu diceritakan 
Tak semua rindu perlu dijelaskan
Beberapa perasaan cukup dirasakan
Seperti aku yang mencintaimu
Tanpa perlu kau tahu, tanpa perlu kau mengerti

Aku mencintaimu dalam sunyi
Seperti malam yang selalu merindukan fajar
Seperti hujan yang jatuh mencium bumi
Tanpa pernah meminta dipeluk kembali

Aku yang mencintaimu
Bukan untuk dimiliki, bukan untuk diakui
Hanya ingin melihatmu bahagia
Meski aku hanya bayangan di antara langkahmu



Cinta dalam Diam

Dalam hening aku menyulam rasa
Menitipkan pada angin yang berbisik
Menyimpan hasrat di sudut-sudut hati
Yang tak terjamah oleh tatapan mata

Cinta ini, cinta dalam diam
Tumbuh dalam keremangan perasaan
Mengakar kuat dalam kedalaman jiwa
Tanpa pernah terucap dalam kata

Setiap detik kuhayati bayangmu
Dalam senyap, kuabadikan senyummu
Hanya dalam diam kutitipkan rindu
Pada malam yang tak pernah lelap

Dengan lirih, kubisikkan doa
Agar kau tahu meski tanpa suara
Bahwa di balik senyum yang terlukis
Ada cinta yang mengalir tanpa henti


*****


Putrie Ayyara merupakan siswi kelas VIII MTs Taufiqurrahman Longos, Gapura, Sumenep. Bergiat di Sanggar Pandhita, suka menulis dan membaca puisi. Kini bermukim di Toteker, Banuaju Barat. Nomor HP: 0819-1679-9254


Tulisan terkait

Utama 7165455208885383659

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 

Jadwal Sholat

item