Puisi-Puisi Putrie Ayyara
https://www.rumahliterasi.org/2026/04/puisi-puisi-putrie-ayyara.html
Tanpa Senyum Ibu
Di sudut waktu yang bisu
Kulihat bayangan masa kecilku
Hangat tanganmu melingkupiku
Tapi kini hanya bayangan itu yang tersisa
Tawa yang dulu mengisi pagi
Hilang ditelan gelap malam
Senyummu, Ibu
Seperti mentari yang tak lagi terbit
Rumah ini tetap berdiri kokoh
Namun kosong tanpa hangat suaramu
Aku rindu setiap bisikan doa
Yang kau titipkan sebelum malam
Kini aku berjalan di lorong waktu
Mencari sisa wangi pelukanmu
Tapi hanya kenangan yang berbicara
Mengisahkan cinta yang tak pernah pudar
Menyukaimu Adalah Mimpiku
Menyukaimu
Adalah mimpiku yang tak pernah usai
Seperti hujan yang diam-diam
Menyentuh bumi tanpa minta balas
Aku memandangmu dari kejauhan
Seperti binatang menatap rembulan
Dengan rindu yang tak pernah disampaikan
Dengan rindu yang tak ingin dimatikan
Kamu adalah pagi yang kutunggu
Walau aku tahu
Matahari tak pernah datang
Hanya karena bulan memintanya
Aku menyukaimu
Dengan cara yang pelan
Diam-diam kusematkan namamu
Dalam setiap doa dan diamku
Segalanya Adalah Kamu
Tanpa sadar
Di setiap bait yang kutulis, kau bernafas
Dari lembar pertama yang kupeluk
Dengan tangan gemetar
Hingga titik terakhir yang kupaksakan
Lahir dari hujan di mataku
Semua perihal kamu
Kau tinggal di baris pertama
Pada kata kedua, di koma yang kupilih ragu
Kau singgah di jeda, bersembunyi di balik spasi
Menjadi asalan setiap kalimatku berdiri tegak
Meski aku runtuh di antaranya
Jika kelak bait ini usang
Dan kertasnya sobek oleh waktu
Percayalah, aku masih akan menulismu
Di detak nadiku
Di senja yang pulang tanpa pamit
Di sunyi yang menua bersama rindu
Karena segalanya adalah kamu
Titik, koma, dan aku… selalu kamu
Aku yang Mencintaimu
Tak semua cinta perlu diceritakan
Tak semua rindu perlu dijelaskan
Beberapa perasaan cukup dirasakan
Seperti aku yang mencintaimu
Tanpa perlu kau tahu, tanpa perlu kau mengerti
Aku mencintaimu dalam sunyi
Seperti malam yang selalu merindukan fajar
Seperti hujan yang jatuh mencium bumi
Tanpa pernah meminta dipeluk kembali
Aku yang mencintaimu
Bukan untuk dimiliki, bukan untuk diakui
Hanya ingin melihatmu bahagia
Meski aku hanya bayangan di antara langkahmu
Cinta dalam Diam
Dalam hening aku menyulam rasa
Menitipkan pada angin yang berbisik
Menyimpan hasrat di sudut-sudut hati
Yang tak terjamah oleh tatapan mata
Cinta ini, cinta dalam diam
Tumbuh dalam keremangan perasaan
Mengakar kuat dalam kedalaman jiwa
Tanpa pernah terucap dalam kata
Setiap detik kuhayati bayangmu
Dalam senyap, kuabadikan senyummu
Hanya dalam diam kutitipkan rindu
Pada malam yang tak pernah lelap
Dengan lirih, kubisikkan doa
Agar kau tahu meski tanpa suara
Bahwa di balik senyum yang terlukis
Ada cinta yang mengalir tanpa henti
*****
Putrie Ayyara merupakan siswi kelas VIII MTs Taufiqurrahman Longos, Gapura, Sumenep. Bergiat di Sanggar Pandhita, suka menulis dan membaca puisi. Kini bermukim di Toteker, Banuaju Barat. Nomor HP: 0819-1679-9254



