Hidayat Raharja Dorong Peningkatan Kualitas dalam Pameran Kaligrafi Perdana di Sumenep
Rulis, Sumenep – Pameran Lukisan Kaligrafi yang berlangsung di Hotel Suramadu Sumenep resmi dibuka pada Senin (1/6/2026) sore. Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Perupa Sumenep (KLOP'S) tersebut menghadirkan puluhan karya dari para pelukis kaligrafi yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang.
Pembukaan pameran dihadiri para pelukis, seniman, budayawan, pemerhati seni, serta sejumlah undangan dari berbagai daerah di Madura. Sebanyak 27 pelukis kaligrafi, baik senior maupun yunior, ambil bagian dalam pameran yang akan berlangsung selama sepekan tersebut.
Pada kesempatan itu, seniman asal Sampang, Hidayat Raharja, memberikan ulasan terhadap karya-karya yang dipamerkan. Ia menilai perkembangan kaligrafi di Madura menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan, meskipun masih membutuhkan proses panjang untuk memperkuat kualitas karya.
Menurut Hidayat, secara umum terdapat beberapa karya yang menonjol dalam pameran tersebut. Salah satunya adalah karya Tamar Saraseh yang dinilainya memiliki konsistensi dan kematangan proses berkesenian.
"Dari sisi kualitas, ada beberapa hal yang cukup menonjol. Di antaranya karya Tamar Saraseh. Beliau sudah cukup lama menjalani proses kreatif dan hingga saat ini tetap konsisten melanjutkan perjalanan keseniannya," ujar Hidayat di hadapan para peserta dan pengunjung pameran.
Selain itu, ia juga melihat potensi besar yang dimiliki para pelukis muda yang berasal dari lingkungan pesantren, khususnya Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep beserta para alumninya. Menurutnya, keterlibatan mereka dalam pameran menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan dan pengalaman berkesenian.
Hidayat mengatakan, keterbukaan ruang pamer seperti yang digelar saat ini akan memberikan kesempatan bagi para santri dan pelukis muda untuk mengenal perkembangan seni kaligrafi yang lebih luas, termasuk berbagai kecenderungan dan eksplorasi yang berkembang di Indonesia.
"Ketika ruang-ruang seperti ini dibuka, para pelukis muda memiliki kesempatan untuk belajar dan mengeksplorasi berbagai bentuk perkembangan kaligrafi yang telah tumbuh di Indonesia. Saya yakin pengalaman seperti ini akan sangat bermanfaat bagi proses kreatif mereka di masa mendatang," katanya.
Dari sisi jumlah peserta, Hidayat mengaku terkesan dengan antusiasme yang ditunjukkan para pelukis. Sebanyak 27 peserta dari tiga kabupaten di Madura dinilainya menjadi modal yang sangat baik bagi perkembangan seni kaligrafi di daerah.
"Dari segi kuantitas, ini sangat menarik. Ada 27 pelukis dari tiga kabupaten yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap seni kaligrafi masih cukup besar dan memiliki potensi untuk terus berkembang," ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan lagi soal jumlah pelukis, melainkan peningkatan kualitas karya. Menurutnya, penguatan kualitas harus menjadi fokus utama agar kaligrafi Madura mampu bersaing dan mendapat tempat dalam peta seni rupa yang lebih luas.
"Saya tidak terlalu khawatir soal kuantitas. Di Madura, seperti halnya dunia sastra, kaligrafi memiliki banyak peminat dan pelaku. Yang perlu kita perkuat sekarang adalah kualitasnya. Bagaimana proses kreatif terus diasah, bagaimana wawasan diperluas, dan bagaimana para pelukis berani melakukan eksplorasi yang lebih mendalam," ujarnya.
Pameran Lukisan Kaligrafi ini menjadi yang pertama digelar oleh KLOP'S dengan tema khusus kaligrafi. Selain menjadi ruang apresiasi karya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara komunitas seni, kalangan pesantren, dan generasi muda yang memiliki minat terhadap seni rupa Islam.
Pameran akan berlangsung hingga 7 Juni 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati beragam karya kaligrafi dari para pelukis Madura. Melalui kegiatan ini, para seniman berharap tradisi berkesenian, khususnya seni kaligrafi, dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat (syaf)


