Pameran Kaligrafi Perdana Digelar di Hotel Suramadu Sumenep, Wadah Kreativitas Perupa dan Santri Madura
Rulis, Sumenep — Pameran Lukisan Kaligrafi yang digagas Kelompok Perupa Sumenep (KLOP'S) resmi dibuka di Hotel Suramadu Sumenep, Senin (1/6/2026) sore. Kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi bagi para perupa, santri, dan pegiat seni dari berbagai daerah di Madura.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan puisi, dilanjutkan pembacaan doa, sambutan Ketua Kelompok Perupa Sumenep (KLOP'S) Farid Wajdi, serta ulasan seni yang disampaikan Hidayat Raharja.
Selain para peserta pameran, pembukaan juga dihadiri sejumlah seniman dan budayawan dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus menunjukkan dukungan terhadap perkembangan seni rupa di Madura.
Ketua KLOP'S, Farid Wajdi, mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran kaligrafi ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan proses kreatif para pelukis di Sumenep. Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir kegiatan KLOP'S belum masuk dalam agenda resmi Kalender Event Pemerintah Kabupaten Sumenep.
"Kami memahami bahwa pemerintah memiliki banyak agenda dan pertimbangan tersendiri dalam menyusun kalender kegiatan. Karena itu kami memilih untuk tetap bergerak dan berinisiatif menyelenggarakan pameran secara mandiri agar proses kreatif para pelukis tidak terhenti," ujarnya.
Farid menjelaskan, pilihan tema kaligrafi bukan tanpa alasan. KLOP'S sengaja memilih jalur tersebut sebagai upaya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas dengan kalangan pesantren yang selama ini memiliki kedekatan kuat dengan tradisi kaligrafi Islam.
"Kami ingin merangkul semua pihak, khususnya lingkungan pesantren. Salah satunya Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk yang turut memberikan dukungan. Kami berupaya memberi semangat, mendampingi, dan berjalan bersama sehingga akhirnya pameran kaligrafi perdana ini bisa terlaksana dengan baik," katanya.
Pameran ini diikuti 27 pelukis kaligrafi yang berasal dari tiga kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Para peserta tidak hanya berasal dari kalangan pesantren, tetapi juga melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA yang memiliki minat pada seni kaligrafi.
Beragam karya yang dipamerkan menampilkan eksplorasi artistik terhadap huruf-huruf Arab dengan pendekatan visual yang beragam. Sebagian karya mengedepankan kaidah kaligrafi klasik, sementara lainnya menghadirkan sentuhan kontemporer yang memperlihatkan dinamika perkembangan seni rupa Islam di Madura.
Hidayat Raharja dalam ulasannya menyampaikan bahwa kaligrafi bukan sekadar seni menulis ayat atau lafaz keagamaan, melainkan juga ruang kreatif yang memungkinkan seniman menghadirkan dialog antara nilai spiritual dan ekspresi artistik.
Menurutnya, pameran seperti ini penting untuk terus didorong karena mampu membuka ruang apresiasi publik sekaligus mempertemukan berbagai latar belakang pelaku seni dalam satu panggung kebudayaan.
Pameran Lukisan Kaligrafi di Hotel Suramadu Sumenep akan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Juni 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat mengunjungi lokasi pameran untuk menikmati puluhan karya yang ditampilkan para pelukis dari berbagai daerah di Madura.
Melalui kegiatan ini, KLOP'S berharap semangat berkarya para perupa tetap terjaga sekaligus menjadi langkah awal bagi lahirnya agenda-agenda seni rupa yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. Pameran kaligrafi perdana ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara komunitas seni, lembaga pendidikan, dan lingkungan pesantren dalam membangun ekosistem kebudayaan yang semakin hidup di Madura (syaf)



