Jalan Angker dan Pohon Beringin Misterius


Cerpen: A. Riyadi

Perjalanan biasanya identik dengan kegiatan menyenangkan, yakni bepergian meninggalkan tempat tinggal untuk mengunjungi suatu tujuan, baik tempat wisata, kerabat, maupun urusan lainnya. Namun, tidak semua perjalanan menghadirkan pengalaman yang menyenangkan. Ada pula tempat-tempat yang dikenal karena kisah-kisah menyeramkan yang menyelimuti sejarahnya.

Pada era 1980-an, terdapat sebuah ruas jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, yang dikenal masyarakat sebagai jalan angker. Saat itu penerangan jalan masih sangat minim sehingga suasana malam terasa begitu gelap dan mencekam. Berbagai peristiwa aneh, kecelakaan, hingga cerita mistis sering dikaitkan dengan jalan tersebut. Banyak warga yang mendengar kisah-kisahnya, bahkan sebagian mengaku pernah mengalami sendiri kejadian-kejadian yang sulit dijelaskan dengan akal sehat.

Suatu malam Senin, sekitar pukul 21.07, dua orang pemuda bernama Samsudin dan Matsaleh melintasi jalan itu dengan sepeda motor. Sepanjang perjalanan mereka berbincang santai.

“Din, kabarnya di sekitar sini ada landeur,” kata Matsaleh, merujuk pada sosok hantu yang dikenal dalam cerita masyarakat setempat.

“Siapa yang bilang? Itu hanya rumor warga,” jawab Samsudin sambil tertawa kecil.

“Bukan sekadar rumor. Minggu kemarin Abdul juga mengaku melihat hantu di sini.”

“Ah, itu omong kosong. Kalaupun memang ada hantu, aku tidak takut.”

Belum lama setelah percakapan itu, Matsaleh mendadak menghentikan motornya. Di pinggir jalan tampak sesosok bayangan hitam berdiri diam menatap ke arah mereka.

“Apa itu?” bisiknya pelan.

Samsudin justru penasaran dan mengajak Matsaleh mendekat. Dengan perasaan ragu, Matsaleh mengikuti langkah temannya.

Semakin dekat mereka menghampiri, semakin aneh sosok itu terlihat. Bayangan hitam tersebut seakan bertambah tinggi dan besar.

Mereka berhenti beberapa meter di depannya.

Tiba-tiba sosok itu menyeringai lebar. Matanya menyala merah, sementara dari sudut matanya tampak cairan merah menetes menyerupai darah.

“Lari!” teriak Samsudin.

Keduanya langsung berbalik, mengambil motor mereka, lalu melaju sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu.

Namun, kisah menyeramkan di jalan tersebut tidak hanya berupa penampakan. Beberapa peristiwa kriminal dan kecelakaan tragis juga pernah terjadi.

Salah satu kisah yang paling dikenang warga adalah peristiwa yang menimpa seorang pria bernama Harun.

Suatu sore, Harun berniat mengunjungi kerabatnya untuk bersilaturahmi. Saat hendak berangkat, ia merasa tidak tenang.

“Ada apa? Kenapa belum berangkat?” tanya istrinya.

“Tidak ada yang tertinggal. Hanya saja perasaanku tidak enak, seolah akan terjadi sesuatu,” jawab Harun.

Istrinya menyarankan agar ia menunda perjalanan.

“Jangan berangkat dulu kalau firasatmu buruk.”

Namun Harun hanya tersenyum.

“Mungkin hanya perasaan saja. Aku berangkat sekarang supaya nanti tidak terlalu malam saat pulang.”

Sepanjang perjalanan ia berusaha menenangkan pikirannya agar tetap fokus berkendara.

Setibanya di rumah kerabat, Harun menghabiskan waktu berbincang hingga tanpa terasa jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia kemudian berpamitan untuk pulang.

Di tengah perjalanan, ia melihat sebuah mobil berhenti di tepi jalan. Beberapa orang berdiri di dekatnya dengan gerak-gerik mencurigakan.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Harun mempercepat laju motornya.

Namun firasat buruknya ternyata benar.

Orang-orang tersebut tiba-tiba menghadangnya. Salah seorang menendang motor Harun hingga ia terjatuh. Harun berteriak meminta pertolongan, tetapi jalan yang sepi membuat suaranya tidak terdengar siapa pun.

Ia kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke tempat yang lebih terpencil.

Dua hari kemudian, jasad Harun ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa.

Sejak saat itu, jalan tersebut semakin dikenal sebagai lokasi yang penuh misteri.

Selain peristiwa kriminal, kecelakaan lalu lintas juga sering terjadi. Pernah suatu ketika sebuah motor bertabrakan dengan mobil hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat dan dua lainnya mengalami luka serius.

Salah seorang saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku heran.

“Padahal pengendara motor itu tidak melaju terlalu cepat. Memang dia menyalip kendaraan di depannya dan melewati garis pembatas jalan, tetapi saya tidak menyangka akibatnya akan separah ini. Mobil dari arah berlawanan juga tidak melaju kencang. Saya pikir paling-paling hanya luka atau patah tulang. Ternyata kecelakaan mengerikan itu terjadi tepat di depan mata saya.”

Seiring berjalannya waktu, warga mulai mengaitkan berbagai kejadian tersebut dengan sebuah pohon beringin tua yang berdiri di sisi utara jalan.

Pohon itu sangat besar, berusia puluhan tahun, dengan tajuk yang lebat dan akar gantung menjulur ke tanah. Pada malam hari, siluetnya tampak menyeramkan. Banyak warga percaya bahwa pohon tersebut dihuni makhluk gaib.

Karena semakin banyak cerita yang berkembang, warga akhirnya sepakat untuk menebang pohon itu.

Keesokan harinya, puluhan warga berkumpul. Mereka membawa betthung, sejenis kapak besar, untuk merobohkan pohon tersebut.

Namun hal aneh terjadi.

Kapak yang digunakan seolah tidak mampu melukai batang pohon. Warga kemudian mendatangkan dua orang yang membawa mesin pemotong kayu.

Hasilnya justru lebih mengejutkan.

Rantai kedua mesin itu putus ketika digunakan untuk memotong batang pohon beringin.

Tak menyerah, mereka mendatangkan satu mesin lagi. Namun hasilnya tetap sama.

Setelah beristirahat sejenak, salah seorang sesepuh desa menyarankan agar mereka memulai kembali dengan membaca basmalah dan Ayat Kursi.

Kali ini, perlahan-lahan mata rantai mesin berhasil mengikis batang pohon tersebut.

Setelah berjam-jam bekerja keras, pohon beringin itu akhirnya tumbang.

Warga kemudian menggali akar-akarnya agar tidak tumbuh kembali.

Saat itulah mereka menemukan sesuatu yang membuat seluruh orang yang hadir terdiam.

Di antara akar-akar pohon terdapat tengkorak manusia dan sejumlah tulang belulang yang telah tercerai-berai.

Temuan itu segera dimakamkan secara layak di pemakaman umum desa.

Sejak pohon beringin tersebut ditebang, kisah-kisah mistis memang tidak sepenuhnya hilang. Namun menurut banyak warga, jumlah kecelakaan dan kejadian aneh di jalan itu berangsur-angsur berkurang.

Hingga kini, cerita tentang Jalan Angker Ambunten masih sering diceritakan dari generasi ke generasi. Entah semua itu sekadar kebetulan, pengaruh suasana, atau memang ada rahasia yang pernah tersembunyi di balik rindangnya pohon beringin tua tersebut, tak seorang pun dapat memastikan.

Yang jelas, kisah itu telah menjadi bagian dari cerita rakyat yang hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Tulisan terkait

Utama 8180038448251596921

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item