Mimpi yang Menyeberangi Sungai


Cerita: Kayla Andini

Namaku Raka. Aku duduk di kelas 5 SD. Aku tinggal di sebuah kota kecil bersama Ayah, Ibu, dan adik perempuanku. Setiap pagi, aku berangkat sekolah memakai seragam merah putih yang sudah disetrika rapi oleh Ibu. Ayah selalu mengantarku sampai depan gang sambil tersenyum dan berkata, “Belajar yang rajin ya, Kak.”

Aku sangat senang pergi ke sekolah. Di sana aku punya banyak teman dan guru-guru yang baik. Aku suka pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Saat istirahat, aku bermain bola bersama teman-teman di lapangan sekolah. Rasanya menyenangkan sekali.

Di dalam kelasku ada lemari penuh buku cerita. Kami juga memiliki perpustakaan yang nyaman. Kadang-kadang aku lupa bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan seperti aku.

Suatu hari, Bu Guru menunjukkan sebuah video tentang anak-anak di daerah terpencil di Indonesia. Ada anak-anak yang harus berjalan sangat jauh untuk pergi ke sekolah. Ada yang melewati jalan berbatu, hutan, bahkan menyeberangi sungai menggunakan jembatan yang rusak. Aku melihat seorang anak membawa sepatu di tangannya supaya tidak basah saat menyeberang sungai. Setelah sampai di sekolah, barulah ia memakai sepatunya.

Aku terdiam melihat video itu.

“Bu, kenapa mereka harus susah sekali untuk sekolah?” tanyaku pelan.

Bu Guru tersenyum sedih. “Karena keadaan ekonomi dan lingkungan mereka berbeda, Nak. Tapi semangat mereka untuk belajar sangat besar.”

Sejak hari itu, aku mulai berpikir tentang hidupku sendiri. Selama ini aku sering mengeluh kalau bangun pagi atau kalau PR terlalu banyak. Padahal aku bisa belajar dengan nyaman, punya buku, tas, dan sepatu yang bagus. Aku juga bisa pergi ke sekolah dengan mudah.

Aku merasa sangat beruntung.

Malam harinya, aku menceritakan semuanya kepada Ayah dan Ibu.

“Ayah, ternyata banyak anak yang sekolahnya susah sekali,” kataku.

Ayah mengangguk. “Karena itu, kamu harus bersyukur dan belajar sungguh-sungguh.”

Aku memandangi buku-buku pelajaranku di meja belajar. Tiba-tiba aku punya sebuah mimpi. Aku ingin menjadi orang yang bisa membantu anak-anak agar mendapat pendidikan yang baik. Aku ingin semua anak di Indonesia bisa sekolah dengan nyaman dan bahagia.

Aku ingin tidak ada lagi anak yang takut menyeberangi sungai demi belajar. Aku ingin semua anak punya buku bacaan, ruang kelas yang aman, dan guru-guru yang baik. Aku juga ingin setiap anak memiliki masa kecil yang indah untuk dikenang.

Menurutku, masa kecil seharusnya dipenuhi tawa dan permainan, bukan kesedihan karena tidak bisa sekolah.

Keesokan harinya, Bu Guru meminta kami menulis cita-cita dan mimpi kami di secarik kertas warna-warni. Teman-temanku menulis ingin menjadi dokter, polisi, pilot, dan pemain sepak bola.

Aku menulis:

“Aku ingin membantu anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang baik dan masa kecil yang bahagia.”

Bu Guru membaca tulisanku lalu tersenyum bangga.

“Raka, ini mimpi yang sangat bagus,” katanya.

Aku tersenyum kecil. Mungkin sekarang aku masih anak kelas 5 SD. Aku belum bisa membangun sekolah atau membantu banyak orang. Tapi aku percaya, mimpi besar dimulai dari hati yang peduli.

Sejak saat itu aku menjadi lebih rajin belajar dan lebih bersyukur. Aku juga mulai menyumbangkan buku-buku yang sudah selesai kubaca untuk anak-anak yang membutuhkan.

Aku sadar, pendidikan adalah harta yang sangat berharga. Dengan pendidikan, anak-anak bisa meraih mimpi mereka dan membuat masa depan menjadi lebih baik.

Aku berharap suatu hari nanti, semua anak di Indonesia bisa tertawa bahagia saat pergi ke sekolah. Tidak ada lagi yang kesulitan belajar karena kemiskinan atau lingkungan yang sulit. Karena setiap anak berhak memiliki mimpi.

Aku berkata kepada diriku sendiri, “Setiap mimpi yang baik, pantas untuk diperjuangkan”.

Kayla Andini, adalah siswa SDIT Al Hidayah Islamic School, Cikarang Selatan, Bekasi

Tulisan terkait

Utama 6071175919888761177

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item