Puisi-puisi Lukisan Rindu, M. W. Aufa


M. W. Aufa, nama pena dari Moh. Wadhif Al-Aufa, alumni Miftahul Jannah, sekarang fokus menjadi santri di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk wilayah Lubangsa Utara


Lukisan Rindu

Sebuah oretan lama
melumut disamping jendela
dengan sisa tinta kenangan
dibalik sebuah lukisan.

Sungguh masih tersisa, papan lukis
yang hanya memiliki satu coret
robekan kenyataan,
pada tinta takdir Tuhan.

Banyak orang penasaran
Mengapa masih ada lukisan lama
yang berlumut sampai akhir cerita.

Mungkin sang pelukis kelelahan,
juga kewalahan
sebab rindunya pada kisah
yang tak punya kepastian.

Belum ada bukti bahwa ini perna ada
tapi yang nyata
bukan tentang lukisan semata

Lubtara ‘26



Mencarimu Sia-Sia

Tiap kali ku menyisir tempat itu
bayangmu lah yang ku tunggu.
Di setiap sudut,
seakan kulihat dirimu disela kermaian yang kumuh

sungguh benar kata orang.
Tak ada yang abadi di dunia ini
sekalipun kau meringkuk, memohon
tuk dihargai
yang datang hanya kedipan mata angin

Tiap kali ku melangkah
tanganku, yang dulu kerap selalu menyentuhmu
kini hanya bisa berayun
melambai kelelahan.

Ku harap kita dapat bertemu
Sekalipun dalam sajak luka, yang kupercaya
Tak ada yang abadi di dunia

Lubtara ‘26



Dilema Sebelum Jiwa Berkelana

Setiap malam
saat kurebahkan dengan perlahan
raga yang seakan ingin tumbang sebelum
jatuh diatas rongga harapan

Anganku berkelana menembus cakrawala
Tapi bukan tentang keindahan dunia
melainkan kecamuk satu rasa.

Kala angin berhenti menghembus
Dialah yang lama dalam pikiranku
Dialah yang memanjangkan segala harapanku

Sebuah dilema perpisahan yang sering datang
Menghantui jiwa, hingga tergores satu luka,
mendekap erat satu pisau kisah yang tajam

hingga pada akhirnya mataku mulai lelah
perlahan tertutup dengan dilema yang masih tayang
dalam angan, dengan episode perpisahan.

2026



Bahagia Yang Separuh

Kurasa ada yang istimewa dari dirinya
Bukan tentang kecantikan
bukan juga tentang dua bola kenikmatan

ia hanya wanita biasa
yang tak sengaja kutemukan dalam keinginan
namun bukan perihal harapan
perihal teman yang kadang menjodohkan.

Aku tertunduk lesu
Bila tahu, bahwa dia sering tayang
dalam cerita tiap kawan.

Ada sedikit getar dalam dada
yang seakan meretakkan separuh jiwa
apabila tahu, kisah kawanku
yang sering ia temu,
sedang aku, hanya bisa bersuara dalam bisu.

2026



Bingkai Foto

Satu-satunya kenang yang dapat ku capai,
terisi ruang yang seakan menepis rasa malu
demi mengenangkan satu kali temu.

Tak ada lain yang tersisa
hanya tangis rindu yang terlena
sebab kenangnya belum hilang sempurna.

Bingkai foto itu
perlahan meracuni separuh jiwaku,
menyirami rindu agar tumbuh dalam bisu.

Tak ingin ingat kembali
segala apa yang telah terjadi
sebab hati, tersakiti walau tak pernah memiliki.

2026



Waktu dan Rindu
:Ustadzah

Detik jarum jam yang berputar
mengingatkanku pada seorang
yang tayang dilayar tiap jam.

Hampir ku kehabisan waktu
Demi dirinya, yang selalu kubela
Sebab kehadirannya
Buatku nyaman, terasa ada yang mengkhawatirkan.

Aku rindu masa itu
masa dengannya diatas meja
masa dengannya diatas ranjang
didepan layar penghubungan.

Entah apa dia juga merasakannya
segelintir riuh suka
waktu masih “kita”
sebab aku,
hampir gila, merindu ditiap detiknya

2026



Meng-Ingin

Rasa ingin yang terus menyala
memompa deras napas perjuangan,
tatkala angin mengusir kacau
penyesalan.
Siraman lesu tak mampu memadamkan

Hanya satu hasil yang terus dipandang
menjadikan peluh sebagai separuh kekerasan
menempa penuh bahan bakar perjuangan.

Cukup jauh, langkah yang harus ditempuh
tak menuntut lemah agar terkapar lalu lumpuh,
bila hasil telah terpandang
kala itulah pena merayakan
segala usai pada tetes-tetes tintanya.

Hingga sampai pada yang dituju
merangkul usai pada setiap temu
antara kertas dan pena itu,
juga antara api dan doa seorang ibu.

2026

Tulisan terkait

Utama 6423319262145732924

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon


Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item