Sajak-Sajak Atma_amrt, Annuqayah
Atma_amrt merupakan nama pena dari M. Rohib Maulidi Rusli, Alumni Siratul Islam kini Sedang Berkhidmah & Berproses di pondok pesantren Annuqayah Lubtara.
Tersesat di Lembar ke Tujuh
Semula hanya aksara
Tercipta menjadi prosa
Meski Gamang rasanya untuk kubaca
Sebab dirimu lenyab dalam sunyi.
Di penghujung malam ini
Kutemukan rembulan yang menggigil
Bersama senyummu seraya memberi isyarat
Bahwa: embun esok pagi akan jatuh dalam Khayalan.
Dan dari gelap rimbun wajahmu
Mari kita sepakat untuk berhenti merindu
Cukup aku yang tersesat di lembar ke tujuh ini.
Lubtara,2026
Selaksa Rindu (I)
Pada keheningan ini
Aksara masih terlalu bising
Mensyairkan segala tembang kerinduan
Dari sepasang bola mata
Yang terpaku pada kenangan itu.
Siapa yg akan merayakannya ?
Jika cinta masih butuh penghakiman
Dan dunia membungkam perasaan
Saat ini atau mungkin nanti
ketika maut memanggil.
Lubtara,2026
Harmoni Subuh
Dewi kenangan
Percakapan tadi malam
Adalah percakapan waktu
Seringkali Berdetik
Tak jarang pula berdetak.
Demikianlah hati Nurani
Meski dialektikanya tak Senada dari irama zeno
Atau mungkin tak serealistis
Dengan gagasannya hegel
Namun punya filosofi tersendiri.
Dewi kenangan
Di ujung Lorong waktu
Aku mencoba menerka sesuatu
Dari sudut pandangmu bahwa
Enam jam mungkin tak cukup
Untuk mendengarkan lirih hati ini
Namun kita persingkat saja
Sebab kantukku sudah di ambang penantian.
“ aku masih membacamu “
Anotasi November
Arunika !
November kali ini penuh rintik
Penuh pernyataan
Juga pertanyaan
Mengapa...?
Dilema akan perjamuan
Selalu Meninggalkan sebuah tulisan.
Annuqayah, 2026
Upacara Hari Lahir (I)
03-04-24
Semesta berdalih bahwa
Angka dalam catatan Adalah kehidupan
Tersusun atas dasar kata cinta
Namun kematian bagi para pemujanya.
Selaksa rindu malam ini
Adalah tawanan masa lalu
Menjadi ironi yang berkepanjangan
Di setiap tubuh terlentang dan mata terpejam.
Arunika
Sudah terlalu jauh aku berlayar
Masih beruntung kapalnya tidak karam
Sehingga tak perlu khawatir
Bahwa pulau Impian itu nyata adanya.
Selamat menatap masa depan
Selamat bertambah dan bertumbuh.
Sabda Hati 2026
Upacara Hari Lahir (II)
03-04-24
sejenak relung kisah ini telah ku tanggalkan
Memberi ruang pada satu nama
Tentangmu—yang tumbuh dari kata ke kata
Menjadi cerita indah dalam diam dan doa.
Arunika
dalam gemetar tubuhku
tak ada yang lebih indah daripada senyummu
tak ada yang lebih tabah daripada jiwamu
tak ada yang lebih berarti daripada tumbuhnya usiamu.
maka pada upacara hari lahir ini
semoga langit lebih ramah
Mengirimkan segala harap tanpa lelah
dan segala ucap yang tak pernah iba.
Arunika
Selamat menunaikan wahai jiwa yang hangat
Semoga bahagiamu tak pernah singkat.
Sabda Hati 2026
Doa Menjelang Maghrib
Aku Memohon Kepada Tuhan
Tentang Tengadahku dan Tengadahmu
Semoga Tak Pernah Raib oleh Kasih-nya.
Annuqayah, 2026
Kesepian yang Mengendap
Menyambangi kesepian yang mengendap
Di jendela rumahmu
Aku tak sengaja menerjemah
Butiran-butiran air mata
Yang tanggal dari matamu.
Kemudian, aku temukan lukisan rindu dan cinta
Sudah pecah-pecah
Menjadi ribuan kata dan suara.
Annuqayah, 2026
.jpg)

