Buku sebagai Ruang Belajar Tanpa Batas


Buku bukan sekadar tumpukan kertas beraksara, melainkan ruang belajar yang tak mengenal waktu, tempat, dan sekat-sekat formal pendidikan. Melalui buku, siapa pun dapat menimba pengetahuan secara merdeka dan mendalam, melampaui keterbatasan sistem belajar di ruang kelas.

*****

Buku merupakan simbol pengetahuan, ilmu, dan proses belajar yang tiada henti. Ia kerap diibaratkan sebagai sebuah gudang besar yang menyimpan segala kebutuhan intelektual bagi siapa saja yang memasukinya. Di dalam buku, tersimpan khazanah pengetahuan yang sangat berharga, penuh nilai, makna, dan pengalaman manusia yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Keistimewaan buku terletak pada kekuatannya yang tidak dibatasi oleh ruang belajar formal seperti sekolah. Buku juga tidak terikat oleh kebijakan pendidikan nasional maupun daerah. Di mana pun dan kapan pun, anak didik dapat dengan tekun mengikuti alur pengetahuan yang disajikan di dalamnya. Inilah keunikan sekaligus kelebihan buku yang seharusnya tetap dijaga dan dipertahankan.

Belakangan ini, tidak dapat dimungkiri bahwa sejumlah lembaga pendidikan kerap disibukkan oleh berbagai sistem, kurikulum, dan aturan pendidikan yang terkadang justru mempersempit ruang kreativitas peserta didik. Namun demikian, bagi siswa yang memiliki semangat tinggi untuk memperluas wawasan, keterbatasan tersebut dapat diatasi melalui buku. Dengan membaca, mereka dapat belajar tanpa dikekang oleh waktu, ruang, dan situasi kelas.

Buku sejatinya memiliki tuntutan-tuntutan tertentu yang tidak jauh berbeda dengan kewajiban anak didik ketika pergi ke sekolah. Pertama, buku berfungsi sebagai ruang belajar. Membaca buku menuntut keseriusan dan keaktifan pembaca untuk mengikuti butir-butir gagasan yang disampaikan pengarang. Setiap halaman adalah pelajaran, dan setiap paragraf adalah jembatan menuju pemahaman baru.

Sering kali, ketika membaca buku, rasa bosan dan kantuk menghampiri. Bahkan, tidak jarang pembaca menyerah sebelum menuntaskan bacaan. Kondisi ini sesungguhnya serupa dengan situasi anak didik saat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Rasa jenuh, lelah, dan kurang bersemangat kerap muncul, namun mereka tetap dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran dalam keadaan apa pun.

Begitu pula dengan buku. Andaikata seseorang memaksa dirinya untuk tetap membaca meski dalam kondisi kurang bersemangat, bukan tidak mungkin pengetahuan yang terkandung di dalamnya akan tetap diperoleh. Tanpa disadari, telah terjadi proses belajar-mengajar yang aktif antara pengarang dan pembaca, sebuah dialog intelektual yang berlangsung dalam keheningan.

Kedua, ketekunan. Membaca buku menuntut ketekunan dan sikap pantang menyerah. Menyelesaikan gagasan demi gagasan yang tersaji dalam setiap kalimat dan paragraf merupakan kunci agar pesan dan maksud pengarang dapat diserap secara utuh. Tanpa ketekunan, membaca hanya akan menjadi aktivitas yang terputus-putus dan kehilangan makna.

Dengan demikian, di tengah kesibukan dan kompleksitas sistem pendidikan formal, buku dapat dijadikan sebagai ruang belajar alternatif yang sangat ampuh. Memang, semua ini terdengar mudah untuk diucapkan, tetapi tidak selalu mudah untuk dilaksanakan. Membaca membutuhkan kemauan, disiplin, dan kecintaan yang terus dipupuk.

Oleh sebab itu, pelajar atau anak didik seharusnya aktif mencari alternatif lain dalam memperoleh ilmu pengetahuan tanpa harus meninggalkan ruang kelas. Di masa sekarang, peserta didik tidak cukup hanya mengandalkan KBM di sekolah tanpa upaya mandiri untuk memperluas wawasan.

Melalui buku, anak didik akan lebih bebas memperoleh pengetahuan dan pendidikan yang bermakna bagi masa depan mereka sendiri. Tidak ada salahnya memulai dengan memiliki sebuah buku, lalu membacanya dengan sungguh-sungguh. Apalagi, saat ini buku dan informasi sangat mudah diakses, baik melalui buku cetak maupun buku elektronik yang tersebar luas di berbagai platform. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi generasi muda untuk enggan membaca. Semoga anak didik kita tumbuh menjadi generasi yang mencintai buku dan menjadikannya sahabat setia dalam perjalanan belajar sepanjang hayat.

(Rulis)

Pilihan

Tulisan terkait

Utama 4008471112615643158

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

item
close