Puisi-Puisi Delvin n.
Delvin n kini yang sedang berkelana di dunia literasi Podok Pesantren Annuqayah (PPA) Lubangsa Utara, sekaligus siswa kelas akhir MTs 1 Annuqayah.
Hujan kali ini
Hujan berteman pada sesal
Dengan keriuhan mereka
Membentur alam renung khatulistiwa
Menggetarkan tubuh yang sedang kerontang
Hujan bersama anginnya
Menyibak bersih penyesalan
Aliran kecil di cipta oleh awan
Membentuk risalah kepedihan
Hujan, sungguh kau panorama
Yang mendatangkan kesedihan daripada
kesunyian
Hujan, kau bawa diriku tenggelam
Kedalam haribaan tuhan.
Annuqayah 25’
Sebuah Kata
Sebuah kata yang tak abadi
Selalu terpatri dalam diri
Yang telah banyak menggores hati
Membuat mereka tak percaya lagi
Semua itu telah menjadi sejarah
Dalam ingatan yang kian parah
Sungguh aku tak terima
Apa yang telah kini menimpa
11 Oktober 2025
Sajak Pagi
Di waktu pagi
Dedaunan berhent menari
Langit bersaput awan
Halaman menjadi lembab
Di sini, aku duduk di atas tonggokan batu
Yang dilapisi cairan beku
Menikmati embun yang menyejukkan
Dengan sajak berguguran.
LBQK 1, 09, 2025
Tadi Pagi
*untuk N. F.
Rembulan sedang memigrasi
Puisi-puisi bintangnya
Ke lembah yang lebih rendah
Terlihat anggun dengan sebatang pena
Yang mungkin menggores belahan jiwanya
Orang ramai bermain
Berteriak hura-hura
Hanya ingin mendapatkan perhatian semata
Yang berdiri dipojok atas sana
Tapi, mereka tak sadar
Ia tidak memerhatikan
Terus hanya fokus pada selembaran
Yang mengandung harapan
Lantas ia pergi
Menghiraukan wajah berseri-seri
Ketika mereka terdiam. Sunyi.
Lalu berteriak
“Dimanakah rembulan”.
“Apakah ia tengah pergi,
Atau hanya bersembunyi?”
“Oh, rembulan jangan tinggalkan kami
Yang takkan hidup lebih lama lagi...”
Annuqayah 25’
Lelah
*untuk Miza R. N.
Setiap aku labuh ke negrimu
Bayang-bayang musuh selalu berkelebat
Membunuh hasrat
Aku sungguh lesu
Aku ingin berhenti
Namun, jika aku tak menepi
Aku takkan bisa melihat permata sunyi
Dengan hiasan berbentuk donat
Yang transparan terletak di wajahnya. Begitu manis.
Dan segumpal tinta melekat di kelopak mata
Membuat diriku resah nan bingung dalam kata
Annnuqayah 25’
Subuh
“Pek”
“Plas”
“Pek”
“Plas”
Memenuhi ruangan
Merekahkan gejolak emosi
Para santri yang hendak
Menyambung alam mimpi
Sayap jin menunggangi mata
Dan tangannya mencengkram mulut
Sehingga membuat mereka
Yang berlindung dalam naungan tuhan
Tak juga terhindar dari sang maut
Bagi mereka sajadah
Bukan lagi teman
Melainkan musuh
Pada waktu subuh
Mushalla 25’
Putri Kecilku
Kutemukan gadis kecil
Sangat ingin ku ambil
Mata menyerupai orang asing
Kulit putih yang begitu mulus
Bibir merahnya bak setangkai mawar
Menghiasi kalbu mata telanjang
Berbalut baju ping kemerah-merahan
Dan rok hitamnya yang tak menyentuh lutut
Rambut diikat ke belakang
Berhias jepit berwarna ungu
Dan gelang melingkar apik di tangannya
Oh, kemanakah kau ingin pergi
Atau pulang ke istana barby
Aku masih ingin memandangmu
Meski hanya sejemang, kau telah
Berhasil membuat diriku termangu
Dan menciptakan rasa rindu
Selama menepi, dirimu tak sadar
Kalau tengah diintai elang bertubuh kerontang
Diriku kau sebut ”Putri Kecilku”.
LBQK 25’
Pilihan





