Sajak-Sajak Heru Budi Santoso


Heru Budi Santoso
, seorang praktisi pendidikan, karya yang dipublikasikandalam bentuk berjudul: Samudra dan Langit Biru, Antologi Puisi; Rindu Indahnya Alam Semesta (Pustaka Media Guru, 2020; Keajaiban Takdir, Antologi Kisah Inspiratif dan Takdir Indah (Pustaka Media Guru, 2020)
Pengalaman organisasi sebagai Pengurus Pusdiklatcab Arya Wiraraja, Kepala Puslitbangcab Gerakan Pramuka, dan Pengurus PGRI Kabupaten Sumenep. Pernah meraih Juara Pertama Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten pada tahun 2011. Mendapatkan Penghargaan Lencana Pancawarsa I hingga V. E-mail: herubudisantoso496@gmail.com 





Pantai Pulau Putri

Rinai gerimis menyambut pagi datang
Hembusan bayu bersama dingin menyusup iga
Mengusap punggung menusuk tulang
Memandang langit dari sudut teras
Menyibak mendung tebal kelabu menghitam
Bersekutu menggumpal berarak pelan

Resahku datang, gelisah pun hadir
Membuncah jiwa di awal Muharram 
Pena biru goreskan kata mesra
Masih ada sebaris kalimat tersembunyi
Di balik rinai hujan pagi ini

Andaikan ada punggawa atau para anak raja
Menyenandungkan sebaris harapan tebing pantai
Seronok manja janjikan gemerlap bahagia
Kicau nuri beriring siul kenari
Menambah indah suasana pantai Pulau Putri

Yah .. aku pasrah dalam doa
Meski pun ku tahu ini bukan igauan
Biarlah komat-kamitku kulantunkan ke pelosok negri
Lebih keras lebih kencang lebih lantang
Menjauhlah wahai mendung kelabu
Semoga hadir nyata seronok Pulau Putri

@heru, 24-10-2020; 04:49




Tebing Karang Kahuripan

Tebing karang Kahuripan tersimpan berjuta makna
Samudra lepas menghempas debur ombak
Bayu bersiul bagai nada seruling bama
Gemuruh membuncahkan jiwa
Getarkan raga, sedekapkan paksa

Karang Kahuripan kokoh perkasa
Selaksa warsa tiada tinggalkan cangga
Tak seorang pun warga menyambut molekmu
Para yuwana melanglang buana ke kota
Tinggalkan tebing karang bersenandung pilu

Tebing karang Kahuripan menyimpan sejuta pesona
Duhai parayuwana hadirkan raga jiwa menabuh rebana
Dendang gamelan lokan antarancak mengalun dari Suralaya
Singsingkan lengan bajumu, dekap erat dadaku
Sisir ukir berjuta keindahan di wajahku
Raharja bahagia hadir menggapai surge

Bawalah asamu kembali di sini
Tuangkan harapan tebing karang
Menggembirakan warga negri

@heru, 25102020; 05:55





Taman Samudra

Berdesir semilir menerpa anak pasir
Sayup-sayup tembang kinanti mengisi relung hati
Semburat lembayung senja, binarmu redup
Tampakkan elok kaki cakrawala walau sesaat
Semerbak wangi indahmu kan tercium anak negri

Bahariwan duduk termenung merakit asa
Merajut harapan bersama hati membaja    
Biduk tertambat, rakit biarlah terikat
Pancangkan tiang menghunjam mencengkeram karang
Taman samudra kokoh berdiri memesona

Pagi tiba, cecamar menari di angkasa
Bayu samudra mengisi relung-relung taman
Membelai lembut wajah parayuwana yang merona
Memanjakan suasana hadirkan sukaria
Hingga para bitiperwara iringi langkah raja ke singgasana

Pewarta tebar berita hingga manca negara
Elok harum taman samudra membahana
Kini, pesamudra menyungging senyum bahagia raharja
Menatap rakit dan biduk melenggang..melenggok berirama
Taman samudra buah asas emoga nyata

@heru, 25102020; 07:21

 

 

Berita Laut

Kabar karunia Sang Maha Karya
Tiada sama laut tawar segar sedap rasa
Laut asin membiru pahit rasa
Kapal berlayar belah samudra
Alhamdulillah, daging segara atas karuniaNya

Firman indah kalimatNya
Pohon se mayapada menjadi penanya
Tujuh  samudra menjadi tinta
Hingga kering kerontang 
Tiada tuntas menulis kalimat-Nya

Sungguh telah ada tanda nyata
Langit dan bumi tercipta 
Bahtera berlayar mengarungi samudra
Cakrawala meneteskan air multiguna
Hidupkan bumi dari kematian panjang nan merana

Gelap samudra kalam alam tiba
Gulita bumi mayapada kala mentari setelah senja
Hadirlah bintang-gemintang terangi mayapada
Dia tundukkan bumi dan bahtera berlayar di samudra
Menjadi petunjuk bagi manusia

Tiada sesiapa merasa bias selamat dari bencana
Terhempas badai, tenggelam di dasar samudra
Meski pun orang perkasa bersama balatentaranya
Terlambat sudah ucapan pengakuan dan berserah diri
Tak akan ada seorang penolong pun dari siksaNya

@heru, 25102020; 08:33




Lereng Kaki Gunung

Bagaikan kaki gunung menancap kuat
Lereng curam menyapa riak samudra
Pojok taman hiasi sengked menjulang
Elok tak terperi mematri hati penikmat negri
Keniscayaan di zaman teknologi informasi

Kepak sayap burung camar laut menuntut rasa
Sudut sengked agak landai, sejuk menyegarkan
Anggun berdiri ..berjajar ..bersahabat ..
Masjid, Gereja, Pura, Kelenteng, dan Kuil
Terawat terjaga sepanjang masa

Celoteh camar memberi kabar
Tersedia hamparan area bercanda berkelakar
Aneka permainan tradisional pengahantar suasana segar
Para lanjut usia, yuwana serta para remaja
Bergerak bersama menari berdendang rancak bahagia

Tumbuh renjana aroma negri kebanggaan persada Arya Wiraraja
Wartamu membahana memenuhi cakrawala nusantara
Berbondong-bondong, berarak-arak, menggulung sepi
Tebar senyum suka cita anak negri
Terjamin bahagia sepanjang hari

@heru, 25102020, 11:11



Pilihan

Tulisan terkait

Utama 2653818148994826847

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

item
close