Sepenggal Kisah Guru Pedalaman, Sajak-sajak Subdiyanto


Sepenggal Kisah Guru Pedalaman

Pagi yang cerah
Mulai berbenah
Bersiap ke sekolah 
Membawa segudang asa

Kau hidupkan motor tuamu
Melintasi jalan cadas dan berbatu
Sesekali turun
Karena beratnya medan berlalu

Kala kemarau panas menyengat
Tubuhmu bersimbah keringat
Tak ada surut semangat
Walau badan mulai penat

Kala hujan, licin bercampur tanah
Tak terbersit jiwa menyerah
Titip motor di rumah-rumah 
Menyusuri pematang sawah

Lumpur setinggi lutut
Tanpa alas dan kasut 
Sepatu tua dijinjing mulai kusut
Semangat tiada surut

Saat kutatap butiran peluh 
Membasahi kemeja lusuh
Namun tak ada kata mengeluh
Jiwamu amatlah tulus

Murid-murid lugu ingusan
Telah menanti di halaman
Menyambut dengan senyuman
Berebut bersalaman

Kala malam sunyi
Hanya terdengar kodok bernyanyi
Seakan menghibur hati
Buat menyiapkan generasi
Pemegang estafeta anak negeri

Itulah sepenggal kisah Guru pedalaman. 



Laskar Pesisir

Laskar pesisir
Bermain dengan pasir 
Rumah-rumahan mereka ukir
Di antara angin semilir
Tak tersirat pahit getir

Laskar pesisir
Berenang dari pinggir
Rasa takut tak terpikir
Timbul tenggelam dalam air
Tak ubahnya ikan mujair

Laskar pesisir 
Menunggu surutnya air
Bermain bola di hamparan pasir
Sepanjang pantai mereka sisir

Laskar pesisir
Prestasi mereka ukir 
Baca tulis hitung amatlah mahir
Laskar pesisir jadi buah bibir

Laskar pesisir
Saat senja mulai hadir 
Petualangan kan segera berakhir
Menggema suara takbir 
Memanggil hati tuk berdzikir




Pornama e Penggir Sereng

Benda bundar itu mulai mengintip
Dari seberang laut tak berkedip
Cahayanya membias hingga ke ufuk barat
Menyiram segara putih berkilauan
Sembari dipermainkan air lautan
Sungguh pemandangan yang menakjubkan

Bumi yang mulai gelap
Ditinggal sang mentari
Buat berbagi cahaya 
di belahan lain bumi ini
Tiba-tiba benderang 
Bermandikan cahaya 

Sungguh indah
Menyingkap semesta dari gulita
Menyajikan panorama yang menggelorakan 
Menenangkan hati yang gundah gulana
Menabur kedamaian pelipur lara

Kata nenek 
:    Sekarang tanggal lima belas
    Bertahta
    Pornama e penggir sereng.

--------------
*) Pornama e penggir sereng  (Bahasa Madura) = purnama di tepi pantai




Bermain Tanjan *)

Gadis-gadis kecil itu
Tampak asyik bermain
Menggambar di halaman
Kotak-kotak persegipanjang

Permainan dimulai
Kaki dijinjit
Pecahan genteng di tangan
Sesekali dilempar
Ke kotak lapangan

Terkadang melompat
Kadang pula 
Satu kaki diangkat
Kaki satunya melompat
Itulah permainan tanjan *)

Sekilas tak penting
Namun coba cermati
Beberapa bangun telah terbentuk
Ada persegi dan persegipanjang
Ada pula trapesium dan jajargenjang

Sambil bermain
Mereka belajar Matematika
Menggambar bangun datar
Melukis Geometri 
Senanglah hati.  
            --------------
*) tanjan (Permainan Khas Madura) = Melompat dengan satu kaki



Pelangi, Aduhai Indahnya

Dari balik awan berbaris
Di antara rintik gerimis
Tampak indah terlukis
Aneka warna nan manis

Tersingkap lengkungan warna warni
Indah sekali
Spontan kami berteriak, Pelangi! 
Yah, pelangi

Merah kuning hijau berseri
Persembahkan keindahan abadi
Memantul cahaya mentari 
Kala titik-titik air menyiram bumi 

Nenekku bilang
Dialah titian bidadari 
Dari kahyangan menuju bumi
Sembari dibumbui 
Dongeng Jaka Tarub dan sekawanan bidadari 

Kini kutahu
Ternyata, itulah peristiwa dispersi *)
Cahaya putih diurai titik-titik air
Menjadi ragam cahaya warna warni

Duh Gusti
Jemari siapa gerangan 
Guratan-guratannya indah nian
Menyiratkan titah keagungan 

Pastilah Dia sang pengukir jagat semesta alam.
    
*) dispersi = penguraian cahaya putih menjadi beberapa warna




Pelangi Nusantara

Pelangi itu
Melintang di atas Nusantara

Ada kawah Ijen
Di ujung timur Tanah Jawa 
Danau belerang terbesar
Pemandangan indah disajikan
Warna toska dan biru api menakjubkan

Ada pula Kawah Dieng
Kawah indah tak terkira
Lebih dikenal dengan telaga warna
Ada kawah candradimuka
Aneka panorama alam yang rupawan

Tak kalah elok 
Danau tiga warna
Di gunung Kalimutu Flores
Beragam warna mempesona
Dari putih, biru hingga coklat kemerahan

Ada pula telaga biru
Di bagian barat pulau Jawa
Di Jogja ada Negeri atas Angin
Saat mentari muncul
Awan dan kabut bak hamparan kapas

Ada gunung Bromo
Terhampar indah pasir putihnya
Ada pula gunung Rinjani
Gunung terindah di Asia
Berhias hamparan bunga edelweiss

Ada pantai nan elok
Losari di Sulawesi
Nusa Dua di Pulau Dewata
Ada pula Ngarai Sianok di Bukittinggi
Gili Labak pulau Surga 
di Sumenep ujung timur Pulau Madura

Ada danau Toba
Dan pulau Samosirnya
Danau beribu cerita 
Konon, 
Danau vulkanik terbesar di dunia
Menyajikan pemandangan mempesona

Tengoklah pula
Di ufuk timur terbitnya mentari 
Ada Raja Ampat
Wisata bahari eksotik
Panorama bawah laut sangatlah asyik

Begitulah
Tanah beragam karunia
Semuanya 
Memancarkan pelangi Nusantara

Tuhanpun bertitah

Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan






Pilihan

Tulisan terkait

Utama 5607256850606935369

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon

Baru


Daftar Isi


 

Idola (Indonesia Layak Anak)

Idola  (Indonesia Layak Anak)
Kerjasama Rumah Literasi Sumenep dengan Pro 1 RRI Sumenep

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Whorshop Membaca Puisi Tahap II

Whorshop Membaca Puisi Tahap II
Setelah tahap I, Rulis kembali adakan Workshop Membaca Puisi Tahap II. Selengkapnya KLIK gambar

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi


 


 

Jadwal Sholat

item
close