Sajak-sajak Artika Rusdiana Devi, Sidoarjo
Artika Rusdiana Devi adalah remaja yang berasal dan berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan strata 1 d...
Artika Rusdiana Devi adalah remaja yang berasal dan berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sekaligus menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah. Bagi Artika, menulis karya sastra bukan sekadar pengisi waktu luang di sela-sela belajar, melainkan hobi dan wujud kecintaannya pada dunia literasi. Instagram: @artikadianaa
Ikuti Saja Ia
Detik – detik berlalu begitu cepat
Seakan waktu ingin melahap semuanya
Ritmemu harus cepat
Mengikuti waktu yang tepat
Sudah tak lagi lambat
Limit menguasai jagat
Tidak, dengan satu ini
Pelan, tapi pasti
Yakin harus mendominasi
Usaha pun tak boleh henti
Cerdas, tangkas…
Naas, jika tidak ikuti orang alim
Sepetak Berkah
Dalam kotak penuh sesak
Oleh manusia – manusia tamak
Bukan,…..
Bukan yang itu
Pengharapan penuh berkah
Lewat jalur pengabdian dan khidmah
Gerah memang
Pun penuh dengan tawa riang
Obrolan ngalir ngalor ngidul
Lepas penat sejenak
Mata gembira satu persatu
Fakta riil bahagia
Rahasia tirai – tirai rindu
Membuncah diantara dada
Antara Mangsi
Di balik pena ini,
Kau nestapa?
Diantara tetes – tetes mangsi,
Kau merana?
Ada apa dengan kau?
Antara mangsi dan pena
Kau lukis sendiri takdirmu
Bak batu pualam indah
Dalam runtuhan batu kali
Nasib kau ukir indah
Lenyap karena salah sekali
Jangan begitu
Habiskan banyak mangsi
Kuras saja di lautan itu
Untuk Engkau yang Kurindu
Bulan sedang terang – terangnya disana
Di atas langit biru yang sudah gelap
Dan penuh bintang
Angin sepoi – sepoi merayu kulit
Membiarkan apa dan siapa saja mengenainya
Diantara itu, kalbu ini bergetar
Isyarat rindu yang meluap
Bagai magma yang siap dimuntahkan gunung berapi
Andai saja Engkau tahu,
Hanya dengan menyebut namamu
Air mata ini mengalir begitu derasnya
Suara lantang dan tabuhan seirama
Menambah syahdu kerinduanku untukmu.
Bukan aku saja,
Mestinya setiap orang menyimpan rindu untukmu
Dan inilah caranya,
Ekspresi rinduku untukmu
Haliyah Utara Selatan
Di seberang utara,
Berbatas tembok tinggi
Kekhusyukan mengudara
Menggema kalam tauhid
Berbatas tembok tinggi
Kalam thoyibah digemakan
Dekat sekali dengan murobbi
Maqam para auliya
Sedang di selatan,
Puluhan anak tangga dituruni
Bergumul dengan percikan minyak panas
Dan dentingan sendok piring
Gelas – gelas ditata rapi
Diisi teh atau kopi
Disuguhkan untuk masyayikh
Sebagai teman hidangan di piring
Utara atau selatan
Dengan shalawat atau spatula
Meski berbatas tembok tinggi
Niat hati tetap nyawiji
Ngalap barokah masyasyikh


