Sajak-sajak Artika Rusdiana Devi, Sidoarjo

Artika Rusdiana Devi adalah remaja yang berasal dan berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan strata 1 d...


Artika Rusdiana Devi
adalah remaja yang berasal dan berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sekaligus menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah. Bagi Artika, menulis karya sastra bukan sekadar pengisi waktu luang di sela-sela belajar, melainkan hobi dan wujud kecintaannya pada dunia literasi. Instagram: @artikadianaa

****


Ikuti Saja Ia

Detik – detik berlalu begitu cepat
Seakan waktu ingin melahap semuanya
Ritmemu harus cepat
Mengikuti waktu yang tepat

Sudah tak lagi lambat
Limit menguasai jagat

Tidak, dengan satu ini
Pelan, tapi pasti
Yakin harus mendominasi
Usaha pun tak boleh henti

Cerdas, tangkas…
Naas, jika tidak ikuti orang alim



Sepetak Berkah

Dalam kotak penuh sesak
Oleh manusia – manusia tamak
Bukan,…..
Bukan yang itu

Pengharapan penuh berkah
Lewat jalur pengabdian dan khidmah

Gerah memang
Pun penuh dengan tawa riang
Obrolan ngalir ngalor ngidul
Lepas penat sejenak

Mata gembira satu persatu
Fakta riil bahagia
Rahasia tirai – tirai rindu
Membuncah diantara dada



Antara Mangsi

Di balik pena ini,
Kau nestapa?
Diantara tetes – tetes mangsi,
Kau merana?

Ada apa dengan kau?
Antara mangsi dan pena
Kau lukis sendiri takdirmu

Bak batu pualam indah
Dalam runtuhan batu kali
Nasib kau ukir indah
Lenyap karena salah sekali

Jangan begitu
Habiskan banyak mangsi
Kuras saja di lautan itu



Untuk Engkau yang Kurindu

Bulan sedang terang – terangnya disana
Di atas langit biru yang sudah gelap
Dan penuh bintang

Angin sepoi – sepoi merayu kulit
Membiarkan apa dan siapa saja mengenainya
Diantara itu, kalbu ini bergetar
Isyarat rindu yang meluap
Bagai magma yang siap dimuntahkan gunung berapi

Andai saja Engkau tahu,
Hanya dengan menyebut namamu
Air mata ini mengalir begitu derasnya

Suara lantang dan tabuhan seirama
Menambah syahdu kerinduanku untukmu.
Bukan aku saja,
Mestinya setiap orang menyimpan rindu untukmu

Dan inilah caranya,
Ekspresi rinduku untukmu



Haliyah Utara Selatan

Di seberang utara,
Berbatas tembok tinggi
Kekhusyukan mengudara
Menggema kalam tauhid

Berbatas tembok tinggi
Kalam thoyibah digemakan
Dekat sekali dengan murobbi
Maqam para auliya

Sedang di selatan,
Puluhan anak tangga dituruni
Bergumul dengan percikan minyak panas
Dan dentingan sendok piring
Gelas – gelas ditata rapi
Diisi teh atau kopi
Disuguhkan untuk masyayikh
Sebagai teman hidangan di piring

Utara atau selatan
Dengan shalawat atau spatula
Meski berbatas tembok tinggi
Niat hati tetap nyawiji

Ngalap barokah masyasyikh

Tulisan terkait

Utama 2066255952864362907

Posting Komentar

Komentar dan kritik Anda akan memberi semangat pada penulis untuk lebih kreatif lagi.Komentar akan diposting setelah mendapat persetujuan dari admin.Silakan

emo-but-icon


Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

item