Dr. Suhartatik: Bahasa Madura adalah Identitas dan Warisan Leluhur yang Harus Dilestarikan

Dr. Suhartatik, M.Pd., Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas PGRI Sumenep (UPI Sumenep)
Rulis, Sumenep — Bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas, kebanggaan, dan warisan leluhur yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata, salah satunya dengan pelatihan pewara berbahasa Madura.
Hal tersebut disampaikan Dr. Suhartatik, M.Pd., Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas PGRI Sumenep (UPI Sumenep) sekaligus supervisor Rumah Literasi Sumenep (Rulis), dalam kegiatan Pelatihan Pewara Berbahasa Madura yang digelar Rulis bekerja sama dengan UPI Sumenep di Aula UPI Sumenep, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Suhartatik, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya lokal, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menggunakan bahasa Madura secara baik dan benar, khususnya dalam kegiatan resmi.
“Bahasa Madura adalah identitas, kebanggaan, dan warisan leluhur kita yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pelatihan ini menjadi langkah nyata Universitas PGRI Sumenep bersama Rumah Literasi Sumenep dalam menjaga keberlanjutan bahasa dan budaya lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemampuan menjadi pewara dengan menggunakan bahasa Madura yang baik dan benar merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya. Oleh sebab itu, keterlibatan pendidik dan masyarakat dalam kegiatan semacam ini perlu terus didorong.
Suhartatik berharap pelatihan tersebut dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk semakin bangga menggunakan bahasa Madura, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbagai kegiatan formal.
“Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus dipraktikkan secara nyata. Melalui Pelatihan Pewara Berbahasa Madura ini, kita tidak hanya melatih keterampilan pembawa acara, tetapi juga menjaga marwah dan keberlanjutan bahasa Madura agar tetap lestari dan dicintai oleh generasi mendatang,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara UPI Sumenep dan Rumah Literasi Sumenep, pelatihan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat penggunaan bahasa Madura di lingkungan pendidikan dan masyarakat, sekaligus mewariskan kecintaan terhadap bahasa daerah kepada generasi muda.
(Anwar)

