Rumah Literasi Sumenep dan UPI Gelar Pelatihan Pewara Berbahasa Madura, Diikuti 75 Peserta
Rulis, Sumenep — Rumah Literasi Sumenep (Rulis) bekerja sama dengan Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar Pelatihan Pewara Berbahasa Madura di Aula UPI Sumenep, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini diikuti 75 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru jenjang SD/MI serta SMP/MTs se-Kabupaten Sumenep.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendidik dalam membawakan acara menggunakan bahasa Madura sekaligus mendorong pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni H. Abd. Azis, M.Pd. dan Zainal Abidin, S.Pd. Hadir pula Penasihat dan Pembina Rulis, Syaf Anton Wr dan Lilik Rosida Irmawati.
Ketua Rumah Literasi Sumenep, Yulianti, dalam sambutannya saat pembukaan mengatakan bahwa upaya mengembalikan marwah bahasa daerah perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk belajar dan menggunakan bahasa Madura.
“Untuk mengembalikan marwah bahasa daerah, tentu perlu kegiatan-kegiatan yang bisa membangkitkan kembali semangat untuk belajar. Hari ini kita melaksanakan pelatihan pewara. Tidak harus langsung menjadi pembawa acara, setidaknya peserta memahami ilmu-ilmu dalam dunia pewara,” ujarnya.
Menurut Yulianti, pelatihan ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik, panitia, dan pengurus Rulis. Ia menegaskan bahwa proses belajar harus terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan.
(Anwar)
“Kami yang menjadi panitia dan juga pengurus Rumah Literasi Sumenep perlu banyak belajar. Karena sejatinya, kita terus belajar, belajar, dan belajar,” katanya.
Yulianti juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas PGRI Sumenep yang telah memfasilitasi tempat dan kebutuhan pendukung sehingga kegiatan pelatihan dapat terselenggara.
Lebih lanjut, ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dilanjutkan dengan program tindak lanjut agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Salah satu gagasan yang disampaikan ialah penyelenggaraan lomba pewara berbahasa Madura bagi siswa tingkat sekolah dasar. Para kepala sekolah dan guru yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat meneruskan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh kepada peserta didik.
Melalui pelatihan ini, Rumah Literasi Sumenep berharap keterampilan pewara berbahasa Madura semakin berkembang di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat penggunaan bahasa Madura dalam kegiatan resmi maupun kegiatan sekolah serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Kerja sama antara Rulis dan UPI Sumenep ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong keterlibatan pendidik dalam pelestarian bahasa Madura melalui pembelajaran dan praktik pewaraan di lingkungan sekolah.


