Cahaya Idul Adha: “Pisau yang Tidak Mampu Melukai” (Bagian 6)

Langit pagi di atas Makkah tampak pucat ketika Ibrahim dan Ismail melangkah meninggalkan lembah. Matahari belum sepenuhnya tinggi, tetapi ud...

Cahaya Idul Adha: “Mimpi yang Mengguncang Hati Seorang Ayah” (Bagaian 5)

Sejak malam itu, tidur Nabi Ibrahim tidak pernah lagi benar-benar tenang. Mimpi tentang penyembelihan Ismail terus terbayang di pelupuk ...

Cahaya Idul Adha: “Anak yang Tumbuh di Tengah Padang Pasir” (Bagian 4)

Lembah yang dahulu sunyi kini mulai berubah menjadi tempat persinggahan para musafir. Kemah-kemah dari Kabilah Jurhum berdiri di sekitar sum...

Cahaya Idul Adha: “Tujuh Kali Lari Seorang Ibu” (Bagian 3)

Pagi pertama di lembah tandus itu terasa begitu sunyi. Tidak ada suara manusia. Tidak ada suara hewan. Yang terdengar hanya desi...

Cahaya Idul Adha: “Penantian Panjang Seorang Nabi” (Bagian 2)

Perjalanan meninggalkan Babilonia membawa Ibrahim menuju negeri-negeri yang asing baginya. Bersama Sarah, istrinya yang setia, ia berpindah ...

Cahaya Idul Adha: “Api yang Tak Membakar Ibrahim” (Bagian 1)

  Pengantar Kisah Di antara kisah paling agung dalam sejarah manusia, terdapat sebuah cerita tentang cinta, ketaatan, air mata, dan pen...

Pentigraf Alam Berbisik, Prioritas Tempe Mendoan

Pentigrafis: Aprita Nenny Poetry   Alam Berbisik Langit yang awalnya cerah mulai menghitam. Tidak terdengar lagi suara pekerja yang saling...

Baru


Daftar Isi


 

 X

Kolom Aja

 Lihat semua Kolom Aja >

Banner untuk Anda

Banner untuk Anda
Anda punya rencana kegiatan yang mau dipublikasikan dalam bentuk banner? Kegiatan apapun, silakan kirim lewat email penulisrulis@gmail.com, dan akan kami terbitkan di halaman ini. Gratis

Kearifan Lokal

 Lihat semua Kearifan Lokal >

Relaksasi

*

Jadwal Sholat

index